Skip ke Konten

Solusi Blockchain untuk Perusahaan

Implementasi Blockchain untuk Proses Bisnis yang Terlacak dan Tetap Terkelola

Javan membantu organisasi menilai, merancang, dan menerapkan solusi blockchain berdasarkan kebutuhan proses, data, tata kelola, keamanan, serta integrasi yang nyata.

Pengerjaan dapat mencakup pemilihan kebutuhan, pemodelan proses dengan BPMN, arsitektur distributed ledger, smart contract, integrasi sistem, pengujian, penerapan, dan operasional.

Kapan Blockchain Relevan?

Ketika Banyak Pihak Membutuhkan Catatan Bersama tanpa Kehilangan Kendali

Blockchain relevan saat sebuah proses melibatkan beberapa pihak independen yang perlu berbagi kejadian, aset, atau bukti dengan aturan yang disepakati dan riwayat yang dapat ditelusuri. Teknologi ini harus menyelesaikan masalah koordinasi atau kepercayaan yang tidak dapat ditangani seefektif itu oleh database biasa.

Lintas PihakBeberapa organisasi menyimpan versi berbeda dari transaksi yang sama

Ledger bersama dapat menyelaraskan kejadian yang telah disetujui, sementara akses setiap pihak tetap dibatasi sesuai perannya.

KetertelusuranAsal-usul dan riwayat transaksi sulit diverifikasi

Catatan yang sulit diubah membantu menelusuri asal, kepemilikan, status, dan urutan kejadian penting.

RekonsiliasiRekonsiliasi manual menimbulkan keterlambatan dan sengketa

Aturan transaksi bersama mengurangi pencatatan berulang dan membuat pengecualian lebih mudah diperiksa.

Aturan OtomatisAturan yang disepakati perlu dijalankan secara konsisten

Smart contract dapat menjalankan aturan tertentu, sementara persetujuan dan kendali hukum tetap ditetapkan secara jelas.

Pendekatan Javan

Mulai dari Proses Bisnis, Bukan dari Anggapan bahwa Semua Masalah Membutuhkan Blockchain

Javan menggabungkan BPM, BPMN, integrasi sistem, dan pengembangan perangkat lunak untuk menilai kapan distributed ledger memberikan manfaat terukur dan kapan arsitektur konvensional tetap lebih tepat.

01

Kebutuhan dinilai sebelum teknologi dipilih

Kami memeriksa aktor, kepemilikan, batas kepercayaan, volume transaksi, sensitivitas data, sengketa, dan hasil yang ingin dicapai.

Hasil: keputusan penggunaan blockchain memiliki dasar yang jelas.
02

Tata kelola dan proses dirancang bersamaan

Peran anggota, hak akses, kewenangan keputusan, onboarding, persetujuan, pengecualian, dan penanganan sengketa dipetakan sejak awal.

Hasil: jaringan dapat dioperasikan lintas organisasi.
03

Arsitektur dan integrasi mengikuti kebutuhan operasional

Ledger, konsensus, identitas, smart contract, data off-chain, API, dan aplikasi yang sudah digunakan dirancang sebagai satu sistem.

Hasil: blockchain terhubung dengan sistem kerja organisasi.
04

Keamanan dan pengujian berlanjut setelah rilis

Smart contract, key, hak akses, privasi, kinerja, ketahanan, dan hasil transaksi diuji serta dipantau.

Hasil: risiko produksi dapat dilihat dan ditangani.

Kapabilitas Teknis

Arsitektur DLT, Smart Contract, dan Integrasi

Javan membangun blockchain sebagai sistem operasional dengan kebutuhan identitas, keamanan, kinerja, dan interoperabilitas yang jelas.

Arsitektur jaringan dan ledgerTopologi public, private, atau consortium; node; konsensus; identitas; channel; privasi; serta pembagian data on-chain dan off-chain.
Smart contract dan aset digitalLogika kontrak, perubahan state, tokenisasi, aturan akses, strategi upgrade, event, pengujian, dan persiapan audit.
Integrasi dan operasional perusahaanAPI, Odoo, ERP, CRM, database, sistem dokumen, observability, key management, deployment, dan dukungan operasional.

Kapabilitas Bisnis

Desain Proses, Tata Kelola Konsorsium, dan Adopsi

Solusi blockchain untuk perusahaan membutuhkan pemilik yang jelas, aturan operasi yang disepakati, hasil yang dapat diukur, dan adopsi dari seluruh pihak yang terlibat.

Penilaian kebutuhan dan prosesBusiness case, proses berjalan dan target BPMN, insentif anggota, baseline transaksi, risiko, serta nilai yang ingin dicapai.
Desain tata kelola dan kepatuhanKeanggotaan, akses, kewenangan keputusan, kepemilikan data, bukti audit, penyelesaian sengketa, dan pengendalian perubahan.
Pilot dan adopsi ekosistemRuang lingkup pilot, onboarding, prosedur operasi, pelatihan, dukungan, pengujian, dan perluasan berdasarkan bukti.

Metodologi Implementasi Blockchain

Dari Penilaian Kebutuhan hingga Jaringan Blockchain Siap Dioperasikan

Setiap tahap menghasilkan artefak yang dapat diperiksa dan melewati validation gate agar prototype tidak langsung masuk produksi tanpa tata kelola, keamanan, integrasi, dan nilai yang terukur.

01

Nilai proses dan kecocokan blockchain

Petakan aktor, data, transaksi, kesenjangan kepercayaan, rekonsiliasi, risiko, dan hasil, lalu bandingkan blockchain dengan alternatif konvensional.

02

Rancang proses target dan tata kelola

Tetapkan alur BPMN, peran anggota, hak akses, onboarding, persetujuan, pengecualian, sengketa, dan kriteria keberhasilan.

03

Rancang jaringan dan smart contract

Pilih pola DLT, data ledger, identitas, konsensus, model privasi, kontrak, layanan off-chain, dan arsitektur integrasi.

04

Bangun, integrasikan, dan uji

Kembangkan solusi, hubungkan dengan sistem perusahaan, lalu uji fungsi, keamanan, kinerja, ketahanan, dan hasil proses.

05

Jalankan pilot, terapkan, dan operasikan

Lakukan pilot terbatas, onboarding anggota, pantau transaksi dan biaya, tangani insiden, lalu perluas berdasarkan bukti.

Pertanyaan Umum Implementasi Blockchain

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Rujukan resmi: Proyek Garuda Bank Indonesia

Apa yang dimaksud dengan implementasi blockchain untuk perusahaan?

Implementasi blockchain adalah perancangan dan penerapan distributed ledger untuk proses bisnis tertentu, mencakup tata kelola, anggota, identitas, data ledger, smart contract, integrasi, keamanan, pengujian, dan operasional.

Kapan organisasi perlu menggunakan blockchain?

Blockchain relevan ketika beberapa pihak independen membutuhkan catatan bersama yang terlacak dan aturan transaksi yang disepakati. Jika satu pemilik tepercaya dapat mengelola proses secara efisien, database biasa bisa lebih tepat.

Apa perbedaan public, private, dan consortium blockchain?

Public blockchain dapat diakses secara luas, private blockchain dikendalikan satu organisasi, sedangkan consortium blockchain dikelola beberapa anggota yang disetujui. Pilihannya mengikuti proses, kepercayaan, privasi, dan tata kelola.

Apakah blockchain dapat diintegrasikan dengan Odoo, ERP, CRM, dan aplikasi yang sudah digunakan?

Bisa. API dan layanan integrasi dapat menghubungkan event ledger serta smart contract dengan Odoo, ERP, CRM, database, sistem dokumen, dan aplikasi internal lainnya.

Bagaimana keamanan dan privasi blockchain ditangani?

Kontrol mencakup identitas, hak akses, key management, enkripsi, pengujian smart contract, pembatasan data, penyimpanan off-chain, audit trail, monitoring, penanganan insiden, dan pemulihan.

Apakah eksplorasi Rupiah Digital berarti semua perusahaan membutuhkan blockchain?

Tidak. Proyek Garuda Bank Indonesia menunjukkan adanya eksplorasi desain CBDC dan distributed ledger technology, tetapi setiap inisiatif perusahaan tetap membutuhkan penilaian proses, tata kelola, regulasi, dan kelayakan ekonomi sendiri.

Mulai dari satu proses prioritas

Perlu Memastikan Apakah Blockchain Tepat untuk Proses Bisnis Anda?

Diskusikan pihak yang terlibat, transaksi, data, batas kepercayaan, sistem, dan hasil yang ingin dicapai. Javan membantu menilai kecocokan blockchain serta menyusun ruang lingkup implementasi yang realistis.