Skip to Content

Pelatihan BPMN, SPBE & Pemerintah Digital

Pelatihan BPMN dan SPBE untuk Memetakan Proses Bisnis secara Lebih Rapi

Javan membantu instansi dan organisasi memahami BPMN 2.0, peta proses bisnis, SOP digital, SPBE, dan dasar transformasi pemerintah digital.

Program dirancang praktis agar peserta tidak hanya paham teori, tetapi bisa membaca, menyusun, dan mengevaluasi alur proses yang siap dipakai untuk dokumentasi, perbaikan layanan, dan digitalisasi.

Kapan Dibutuhkan?

Ketika Tim Perlu Bahasa Bersama untuk Membaca dan Merapikan Proses

Pelatihan BPMN dan SPBE membantu tim menyamakan cara membaca proses, membuat dokumentasi yang lebih standar, menemukan bottleneck, dan menyiapkan proses sebelum masuk ke otomasi atau digitalisasi layanan.

ProsesAlur kerja belum terdokumentasi dengan rapi

Peserta belajar memetakan aktivitas, aktor, dokumen, keputusan, dan alur lintas unit kerja.

StandarTim belum punya bahasa pemodelan yang sama

BPMN 2.0 membantu tim membaca proses dengan notasi yang lebih konsisten dan mudah didiskusikan.

SPBEProses perlu disiapkan untuk layanan digital

Materi dapat dikaitkan dengan tata kelola SPBE, layanan pemerintah digital, dan kesiapan otomasi proses.

SOPSOP perlu lebih mudah dievaluasi dan diperbaiki

Model proses membantu melihat bottleneck, duplikasi aktivitas, titik approval, dan peluang perbaikan.

Kapabilitas Javan

Pelatihan Harus Membantu Peserta Bisa Memakai BPMN, Bukan Hanya Mengenal Istilahnya.

Javan menggabungkan pengalaman konsultasi proses bisnis, implementasi sistem, dan transformasi digital agar materi pelatihan tetap dekat dengan kebutuhan kerja nyata.

01

Materi dikaitkan dengan proses kerja nyata

Peserta tidak hanya belajar simbol BPMN, tetapi juga memahami cara membaca proses, menemukan masalah, dan mendiskusikan perbaikan.

Hasil: peserta lebih siap memakai BPMN di pekerjaan.
02

Latihan menggunakan studi kasus organisasi

Sesi dapat memakai contoh proses layanan, approval, administrasi, atau operasional yang dekat dengan kebutuhan peserta.

Hasil: pembelajaran lebih mudah diterapkan.
03

BPMN dihubungkan dengan SOP dan digitalisasi

Model proses dibahas sebagai dasar dokumentasi, perbaikan SOP, kesiapan otomasi, dan tata kelola layanan digital.

Hasil: output training tidak berhenti di teori.
04

Format pelatihan bisa disesuaikan

Program dapat dibuat untuk executive briefing, kelas dasar BPMN, workshop mapping proses, atau sesi khusus SPBE.

Hasil: materi sesuai level dan tujuan peserta.

Kapabilitas Teknis

Pemodelan Proses, Notasi BPMN, dan Kesiapan Digitalisasi

Materi teknis disusun agar peserta memahami elemen BPMN, cara memodelkan alur kerja, dan bagaimana proses yang rapi membantu implementasi sistem digital.

BPMN 2.0Pengenalan event, activity, gateway, pool, lane, message flow, sequence flow, dan pola umum pemodelan proses.
Process mappingCara mengidentifikasi aktor, aktivitas, dokumen, keputusan, exception, SLA, dan titik kontrol dalam proses.
Digital readinessCara membaca proses yang siap didigitalisasi, diotomasi, atau dihubungkan dengan sistem layanan organisasi.

Kapabilitas Bisnis

Praktik untuk SOP, Tata Kelola, dan Perbaikan Layanan

Pelatihan diarahkan agar peserta bisa mengaitkan pemodelan proses dengan SOP, tata kelola organisasi, improvement, dan kebutuhan SPBE.

SOP dan tata kelolaMenghubungkan model proses dengan dokumen SOP, peran unit kerja, approval, dan standar kerja organisasi.
SPBE dan layanan publikMembahas relevansi proses bisnis dengan tata kelola SPBE, integrasi layanan, dan pemerintah digital.
Improvement mindsetMembantu peserta melihat bottleneck, aktivitas berulang, risiko, dan peluang penyederhanaan proses.

Metodologi Pelatihan

Alur Belajar dari Konsep sampai Praktik Mapping Proses

Sesi dibuat bertahap supaya peserta memahami konsep, membaca contoh, mencoba mapping proses, lalu menghubungkannya dengan kebutuhan organisasi.

01

Penyamaan konteks

Membuka sesi dengan tujuan pelatihan, kebutuhan organisasi, dan contoh proses yang relevan untuk peserta.

02

Dasar BPMN dan proses

Membahas konsep proses bisnis, elemen BPMN, dan cara membaca model proses secara bertahap.

03

Latihan mapping proses

Peserta mencoba memetakan alur kerja, aktor, aktivitas, keputusan, dokumen, dan titik kontrol.

04

Review dan perbaikan

Model proses dibahas bersama untuk melihat bottleneck, kekeliruan notasi, dan peluang penyederhanaan.

05

Kaitkan dengan SOP dan SPBE

Menutup sesi dengan cara memakai output mapping untuk dokumentasi SOP, improvement, dan kesiapan digitalisasi.

Pertanyaan Umum Pelatihan BPMN dan SPBE

Pertanyaan Umum

Apa itu pelatihan BPMN?

Pelatihan BPMN adalah program untuk memahami cara memodelkan proses bisnis memakai notasi BPMN 2.0 agar alur kerja lebih mudah dibaca, didokumentasikan, dan diperbaiki.

Apakah pelatihan ini cocok untuk instansi pemerintah?

Ya. Materi dapat disesuaikan dengan kebutuhan instansi, termasuk peta proses bisnis, SOP, tata kelola SPBE, dan kesiapan layanan pemerintah digital.

Apakah peserta harus punya latar belakang IT?

Tidak harus. Pelatihan dapat diikuti oleh tim proses bisnis, organisasi, analis, perencana, pengelola layanan, maupun tim IT yang terlibat dalam digitalisasi proses.

Apakah ada praktik langsung?

Bisa. Program dapat dibuat sebagai workshop dengan latihan mapping proses, review model BPMN, dan diskusi perbaikan berdasarkan studi kasus peserta.

Apakah materi bisa disesuaikan dengan kebutuhan organisasi?

Bisa. Materi, durasi, studi kasus, dan tingkat kedalaman dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta, mulai dari pengenalan dasar sampai workshop lanjutan.

Mulai dari kebutuhan tim Anda

Butuh Pelatihan BPMN atau SPBE yang Praktis untuk Tim?

Diskusikan jumlah peserta, latar belakang tim, target pembelajaran, format pelatihan, dan studi kasus yang ingin digunakan bersama Javan.