Blog
Manual Aplikasi Keuangan – Bagian II
Menu Akuntansi
- Konsep Dasar
agar dapat mempermudah dalam pengoperasian aplikasi keuangan ini, sebelumnya mari kita kembali mengingat persamaan dasar akuntansi:
Asset = Liabilites + Owner Equities
Aset/Kekayaan = Utang + Modal
Prinsip dasarnya, adalah membagi suatu transaksi kedalam 2 ruang, sehingga bisa dilihat bagaimana perubahan asset mempengaruhi liabilities/owner equities, ataupun sebaliknya. Dengan adanya 2 ruang ini maka hasil akhir yang diperoleh adalah keseimbangan dari persamaan akuntansi yang pada kenyataannya akan menjadi keseimbangan antara kekayaan dengan modal/utang perusahaan Anda.
Contoh:
Anda membeli sebuah motor dengan uang sejumlah Rp 10.000.000. Maka Anda mungkin akan mencatat “beli motor Rp 10.000.000″. Jika Anda membeli motor dengan uang sendiri sejumlah Rp 8.000.000 dan dengan uang pinjaman sebesar Rp 2.000.000, pencatatan yang pertama “beli motor Rp 10.000.000” tidak akan merefleksikan dengan baik darimana motor tersebut didanai/diperoleh, akan lebih baik dicatat sebagai berikut: motor Rp 10.000.000, didanai dari uang sendiri (modal) Rp 8.000.000 dan utang Rp 2.000.000, dalam bentuk persamaan:
Motor (Rp 10.000.000) = Modal (Rp 8.000.000) + Utang (Rp 2.000.000)
selanjutnya mari kita lihat persamaan yang pertama. kedua persamaan tersebut sangat identik bukan? Untuk membuat pencatatan seperti ini maka diperlukan dua kali input atau yang dalam istilah akuntansi dikenal dengan double entry.
- Siklus akuntansi
Akuntansi yang merupakan kegiatan pencatatan dan pelaporan keuangan terdiri dari tahapan:
- identifikasi transaksi
- pencatatan transaksi ke dalam journal
- posting ke ledger
- membuat trial balance
- membuat laporan keuangan
- membuat closing dan reversing
dengan adanya aplikasi ini maka tahapan dari no. 3 sampai selesai telah diselesaikan secara otomatis. oleh karenanya, hal yang sangat penting adalah bagaimana kita mengidentifikasi transaksi dan mencatatnya kedalam jurnal. Ketika mengidentifikasi transaksi, minimal ada dua akun keuangan yang tersirat di dalamnya. misal ketika kita menjual jasa, maka ada akun Kas dan ada akun Pendapatan. Akun-akun ini adalah komponen perluasan dari persamaan dasar akuntansi, dan akan menjadi langkah pertama kita dalam menggunakan aplikasi ini. Penetapan akun keuangan (accounting account) harus menginduk pada 5 kategori dasar pengelompokan akun:
- Asset (Asset)
- Utang (Liabilites)
- Modal (Equity)
- Pendapatan (Revenue)
- Beban (Expense)
Berikut beberapa akun umum dari tiap kategori
Aset
- Kas
- Perlengkapan
- Peralatan
- Bangunan
- Furniture
- dsb
Utang
- Utang gaji
- Utang pajak
- Utang bank
- dsb
Modal
- Modal pemilik
- Modal saham
- Withdrawal/drawing/prive/penarikan
- Dividen
- dsb
Pendapatan
- Pendapatan operasional
- Pendapatan lain-lain
- dsb
Beban
- Beban gaji
- Beban sewa
- Beban iklan
- Beban pemeliharaan
- Beban utilitas
- dsb
Hal yang Anda harus lakukan sekarang adalah menentukan akun apa saja yang timbul dalam transaksi perusahaan Anda dan memperkirakan akun apa saja yang akan muncul di kemudian hari. Setelah Anda mencatat akun-akun yang sesuai dengan perusahaan Anda maka langkah kedua adalah mengurutkan akun tersebut sesuai dengan urutan pada contoh (pertama asset, kedua utang, dan seterusnya).
Pada tahapan ini maka kerangka dari internal accounting perusahaan Anda telah selesai. Selamat mencoba
Comments
There are no comments yet.