Dulu, pas masa2 memilih jurusan dan universitas yang dituju ketika SMA, buat saya bukanlah pilihan yang sulit karena kala itu ada satu hal yang sedang saya gandrungi, yaitu komputer. Kala itu, yang terbayang di benak saya adalah saya ingin menjadi ahli komputer. Ahli komputer di sini adalah bisa menjalankan program2 di komputer dengan lancar dan bisa mengotak-atik isi hardware komputer itu sendiri. Oleh karena itu, pilihan jatuh ke jurusan informatika (dulu saya pilih ITB dan STT Telkom).

Setelah lulus, ternyata hanya satu dari dua impian saya yang terfasilitasi di informatika, yaitu di sisi software. Di sisi hardware, meskipun ada mata kuliah yang menyinggung hal tersebut, hanya sebagian kecil saja teori per-hardware-an yang diberikan (tanpa praktek). Itupun, menurut saya sebagian besar memberikan informasi hardware yang sudah obsolete.

Oleh karena itu, jangan heran seandainya ada orang yang bertanya ke lulusan IT tentang bagaimana merakit komputer, bagaimana menyambung jaringan, dan bagaimana menganalisis kerusakan hardware komputer, yang dijawab dengan “ga tau”.

Dengan tulisan ini, saya berniat menyampaikan sedikit tentang ilmu per-hardware-an yang saya dapatkan selama ini.

Dalam sebuah rig komputer desktop jaman sekarang, komponen yang umumnya ada antara lain:

  • motherboard
  • processor (+ hsf)
  • memory
  • harddisk
  • graphic card
  • sound card
  • power supply
  • optical drive

Masing-masing komponen memiliki fungsi masing2 dan tidak setiap komponen yang ada di pasaran saat ini bisa dipasangkan dengan komponen yang lain, contoh paling gampang adalah motherboard yang memiliki chipset intel tidak akan bisa dipasangkan dengan processor AMD. Bahkan sebuah motherboard ber-chipset Intel pun belum tentu bisa dipasangkan dengan processor Intel.

to be continued…