Pada hari Kamis 19 Agustus 2010, bertempat di kandang Starqle, diadakan acara rutin bulanan, sharing IF-Association. Acara ini dihadiri oleh 7 perusahaan yaitu Starqle, Sangkuriang, Javan, Bionus, GITS, AGATE, dan Nuesto. Tema sharing kali ini adalah Sumber Daya Manusia (SDM), sesuai dengan kesepakatan pada sharing sebelumnya yang bertempat di markas Sangkuriang pada tanggal 15 Juli 2010.

Sharing dimulai dari Sangkuriang yang menjelaskan bahwa awalnya untuk proses manajemen mereka menggunakan jam kerja, namun cara ini dirasa kurang baik sehingga mereka memutuskan untuk merekrut orang manajemen yang dapat membantu proses manajemen di perusahaan Sangkuriang. Hasilnya saat ini Sangkuriang membagi beberapa kriteria pada struktur manajemennya, dan ada tingkatan (level) tiap kriteria. Tingkatan (level) itulah yang nantinya akan berasosiasi pada tingkatan kepangkatan dan juga kompensasi. Untuk dapat naik tingkatan (level), Sangkuriang mengadakan test pada waktu yang mereka telah tentukan.

Berlanjut ke Javan, perusahaan yang digawangi oleh Wisnu, Indra, dan Bayu. Struktur manjemen mereka masih bergabung, dalam artian belum ada pembedaan di sisi teknis dan non teknis. Namun ada yang menarik dari sistem yang dibuat Javan, bahwa mereka membuat program untuk merekam kegiatan yang dilakukan tiap personil. Jadi, tiap personil diminta mengisikan apa yang sedang mereka kerjakan pada pop-up yang muncul tiap 10 menit di komputer masing-masing. Ini digunakan untuk memantau kegiatan yang dilakukan tiap-tiap personil.

Sharing kemudian dilanjutkan oleh tuan rumah, Starqle. Sistem manajemen yang digunakan pada Starqle adalah sistem jam kerja. Jadi tiap personil wajib mengisikan kegiatan apa saja yang mereka lakukan per jam selama satu bulan, yang nantinya akan mempengaruhi besarnya kompensasi. Sistem ini bukan sistem yang ideal bagi Starqle. Sistem yang ideal bagi Starqle adalah pembuatan peta kompetensi masing-masing sumber daya dengan inspirasi dari diagram hexagonal di game winning eleven. Tiap atribut pada peta kompetensi masing-masing personil ditentukan oleh test. Kemudian untuk setiap project akan dibuatkan diagram dengan atribut dan parameter yang serupa sehingga memudahkan untuk menentukan sumber daya yang akan digunakan.

Berikutnya giliran GITS yang berbagi sistem manajemen pada perusahaannya. Pada awalnya sistem manajemen di GITS hanya sekedar “asal kumpul” lalu bertransformasi menjadi “asal selesai” dan akhirnya  menjadi “jam kerja”, yang hingga sekarang masih digunakan.

Tiba giliran Bionus yang diwakili Catur untuk berbagi. Namun menurut Catur perusahaannya masih “nubie” yang butuh belajar banyak dari sharing seperti ini sehingga tidak banyak yang dapat diceritakan. Catur hanya bercerita bahwa sistem di Bionus masih relatif bebas, sehingga hanya satu hari dari tiap minggu dipakai untuk rapat koordinasi. Selain itu tidak ada kewajiban untuk hadir, jadi sistem yang ada sekedar “asal tugas selesai”.

Sesi pertama ditutup oleh AGATE yang bercerita bahwa mereka telah berganti-ganti sistem sejak pertama kali berdiri. Pertama mereka menggunakan sistem “jam sebebasnya” untuk para personil, namun sistem ini tidak berjalan dengan baik sehingga AGATE mengganti menjadi “jam yang fix”. Lalu AGATE mengganti lagi dengan sistem mencatat jam, dirasa kurang ideal, AGATE mengganti lagi ke sistem “jam yang fix”, yang dipakai hingga sekarang.

Sesi pertama dihentikan seiring dengan berkumandangnya adzan magrib, sehingga diadakan istirahat yang digunakan untuk berbuka puasa. Setelah itu dilanjutkan sesi kedua yang membahas human development pada masing-masing perusahaan.

Dimulai dengan cepat dan sigap oleh Sangkuriang, yang secara kebetulan memiliki acara lain di luar sehingga memburu waktu untuk berbagi pengalaman mereka kepada yang lain. Sangkuriang tiap beberapa waktu mengadakan training-training untuk meningkatkan skill masing-masing personil sehingga nantinya personil-personil tersebut dapat naik tingkatan (level) dan dapat dipercaya untuk menduduki tingkatan tertentu. Sebagai contoh personil level 3 dapat menjadi analis, level 4 dapat menjadi project leader, level 5 dapat menjadi project manager.

Kemudian dilanjutkan oleh Starqle, yang untuk periode tertentu mengadakan proses sharing dan pengembangan kompetensi masing-masing personil dengan mempertimbangkan nilai dari setiap atribut yang personil tersebut miliki.

Selanjutnya Javan yang juga sering mengadakan training-training dan sharing-sharing untuk human development pada perusahaannya. Cara lain yang kreatif dari Javan adalah masing-masing personil diminta untuk membuat blog, jadi masing-masing personil akan giat mencari informasi-informasi baru untuk dituangkan ke dalam blog, dan juga melatih para personil untuk dapat menulis.

Berikutnya Nuesto yang pada sesi pertama belum sempat berbagi sehingga pada sesi kedua Nuesto bercerita 2 hal, tentang sistem dan human development. Untuk sistem, Nuesto bekerja menggunakan “jam fix” selama 8 jam setiap hari, dan mengadakan rapat harian yang wajib dihadiri oleh seluruh personil. Untuk human development, Nuesto meminta kepada para personil 2 jam dari setiap harinya untuk ”mengoprek” apa saja yang berkaitan dengan teknologi informasi dan nantinya hasil “oprekan” tersebut di-share ke semua personil.

Untuk human development pada GITS, mereka memiliki forum internal yang digunakan para personil untuk berbagi info-info yang masing-masing dapatkan. Selain itu ada beberapa personil GITS yang memiliki spesialisasi bidang, contohnya android dan iphone, dan memiliki akun social media. Sehingga mau tidak mau mereka dituntut untuk mendapatkan info lebih cepat karena info-info itu akan di publikasikan melalui social media tersebut.

Kemudian berlanjut Bionus, lagi-lagi tidak banyak yang bisa diceritakan menurut wakilnya, Catur. Bionus hanya mengadakan sharing rutin untuk berbagi informasi-informasi, terutama di bidang biometrics yang menjadi fokus mereka.

Sebagai penutup AGATE bercerita bahwa ada 3 peran untuk para personil di AGATE, yakni artist, programmer, dan designer. Untuk human development, AGATE memiliki manajemen yang memfasilitasi talenta masing-masing personil berdasarkan pembagian peran tersebut. Jadi untuk masing-masing peran diadakan kegiatan yang bertujuan dapat meningkatkan skill masing-masing personil sesuai dengan peranannya.

Sekian dari kami, Starqle Indonesia. Terima kasih atas kehadirannya di kandang kami. Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan dari kami. Jika ada kesalahan pada tulisan di atas mohon di ralat agar bisa diperbaiki. Semoga sharing kedepannya bisa lebih baik.

Tara Baskara
Starqle Indonesia