Blog
Instalasi Domain Name Server (DNS) Pada Fedora Core 7 i386
DNS merupakan basisdata hierarki dan terdistribusi. Basisdata ini menyimpan informasi untuk keperluan pemetaan nama host pada jaringan internet ke alamat IP nya dan sebaliknya, keperluan mail routing serta data-data lain yang diperlukan oleh aplikasi jaringan internet. Dalam operasinya, pihak client melihat informasi pada DNS dengan memanggil resolver library, yang mana akan mengirimkan permintaan kepada satu atau lebih name server kemudian menginterpretasikan tanggapan yang diterima.
Data yang disimpan pada DNS diidentifikasikan oleh nama domain yang diorganisasikan sebagai sebuah pohon yang bersesuaian dengan batasan organisasi maupun administrasi. Setiap simpul pohon dinamakan domain dan diberi suatu label. Nama domain dari suatu simpul adalah konkatenasi (penggabungan) dari seluruh label-label simpul yang dilalui dari simpul yang bersangkutan hingga ke simpul akar. Nama domain ini direpresentasikan sebagai sebuah string yang mengandung label-label terurut dari kanan ke kiri dan dipisahkan oleh tanda titik. Sebuah label harus unik didalam lingkup simpul akarnya. Sebagai contoh, untuk nama domain hostname.example.com maka example merupakan subdomain dari com dan hostname merupakan subdomain dari example.
Pada kasus kali ini, distribusi perangkat lunak untuk implementasi layanan DNS yang akan digunakan pada Fedora Core 7 (dimana untuk distro dan versi linux yg lain prosedurnya lebih kurang sama) adalah BIND 9.4.0 dimana terdiri dari file-file rpm sebagai berikut :
- bind-9.4.0-6.fc7i386.rpm
- bind-utils-9.4.0-6.fc7i386.rpm
- bind-devel-9.4.0-6.fc7i386.rpm
- caching-nameserver-9.4.0-6.noarch.rpm
Pastikan keempat paket tersebut sudah terinstal pada mesin linux (gunakan perintah rpm -qa | egrep ‘bind|nameserver’). Kalau belum, gunakan perintah rpm -ivh untuk menginstal paket-paket tersebut.
Berikut contoh konfigurasikan sebuah host menjadi DNS (primary) dengan nama domain parlin144.net mempunyai alamat IP 10.10.0.1. SOA (start of authority) dari domain parlin144.net adalah 10.10.0.1
Langkah pertama adalah penentuan IP untuk host-host tertentu untuk keperluan sekarang ataupun yang akan datang, misalnya :
- ns.parlin144.net -> IP 10.10.0.1
- ldap.parlin144.net -> IP 10.10.0.2
- www.parlin144.net -> IP 10.10.0.3
- mail.parlin144.net -> IP 10.10.0.3
- ftp.parlin144.net -> IP 10.10.0.3
- cache.parlin144.net -> IP 10.10.0.4
Langkah kedua adalah membuat file /etc/named.conf :
options {
directory "/var/named";
};
zone "." IN {
type hint;
file "named.ca";
};
zone "localhost" IN {
type master;
file "localhost.zone";
allow-update { none; };
};
zone "0.0.127.in-addr.arpa" IN {
type master;
file "named.local";
allow-update { none; };
};
zone "parlin144.net" {
type master;
file "db.parlin144.net";
};
zone "0.10.10.in-addr.arpa" {
type master;
file "db.10.10.0";
};
Langkah ketiga adalah membuat file zona untuk domain parlin144.net diberi nama db.parlin144.net pada lokasi sesuai dengan opsi directory pada named.conf.
$TTL 86400
@ IN SOA ns.parlin144.net. admin.parlin144.net. (
200022700 ; Serial
28800 ; Refresh
14400 ; Retry
3600000 ; Expire
86400 ) ; Minimum
@ IN NS ns.parlin144.net.
ns IN A 10.10.0.1
ldap IN A 10.10.0.2
www IN A 10.10.0.3
mail IN A 10.10.0.3
ftp IN A 10.10.0.3
cache IN A 10.10.0.4
Langkah keempat adalah membuat file zona reverse-lookup untuk network 10.10.0 diberi nama db.10.10.0 pada lokasi sesuai dengan opsi directory pada named.conf.
$TTL 86400
@ IN SOA ns.parlin144.net. root.localhost. ( 200022700 ; Serial 28800 ; Refresh 14400 ; Retry 3600000 ; Expire 86400 ) ; Minimum IN NS ns.parlin144.net. 1 IN PTR ns.parlin144.net. 2 IN PTR ldap.parlin144.net. 3 IN PTR www.parlin144.net. 4 IN PTR cache.parlin144.net.
Langkah terakhir adalah menguji hasil konfigurasi pada server DNS dengan cara mengaktifkan bind dengan perintah berikut :
[root@ns /root]# /etc/init.d/named start
Kemudian lakukan pemeriksaan pada /var/log/messages :
[root@ns /root]# cat /var/log/messages
Setelah itu kt dapat gunakan tool nslookup dan dig untuk pengujian. Pengujian juga dapat dilakukan dari komputer lain dengan terlebih dahulu mengarahkan nameservernya ke server yang sudah dibangun.
Sebagai tambahan klo mau ngeforward ‘domain name query’ ke dns server yg laen (misalkan domainname tsb tidak ada di file zona lokal), opsi berikut dapat ditambahkan pada bagian options :
forwarders{
aaa.bbb.ccc.ddd; // ns 1
eee.fff.ggg.hhh; // ns 2 …
iii.jjj.kkk.lll; // ns n
};
Untuk konfigurasi lebih lanjut baca dokumentasi BIND nya aja kk … Selamat mencoba
![]()
Comments
There are no comments yet.