Blog
Inisiasi Proyek
Jumpa lagi dengan sesi Software Management Project, bahasan kali ini melanjutkan tentang fase Inisiasi. Ada dua (+1) poin penting yang menjadi fokus utama dalam fase ini.
- Costing
Dalam siklus hidup manajemen proyek, costing sebenarnya terdiri dari tiga layer, yaitu perencanaan costing oleh pemilik proyek, pengusulan cost dari pelaksana proyek, dan real costing yang akan menjadi acuan dalam pembuatan WBS (Work Breakdown Structure). Seperti hukum ekonomi yang sudah lama kita kenal, di sini juga berlaku hal itu. Pemilik proyek ingin software yang canggih, dengan harga yang semurah-murahnya dan tersedia dalam waktu yang singkat. Sim salabim! Dan, tentu sebaliknya dari sisi pelaksana proyek. Intinya, kedua belah pihak ingin untung yang sebesar-besarnya. Jika dilihat dari sisi pelaksana proyek (Javan sering berada dalam posisi ini), tentu kita ingin Software yang dikembangkan mendapat penilaian yang layak, tidak dihargai terlalu rendah. Namun, jika kita melakukan penawaran terlalu mahal pun, bisa-bisa pemilik proyek akhirnya tidak berminat. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan:- Lihat proses bisnis yang akan didukung oleh software yang akan dikembangkan. Meskipun scope pekerjaan belum terlalu jelas, minimal kita harus mencari tahu tentang proses bisnisnya secara umum, sehingga paham tentang nilai manfaat software tersebut.
- Jual manfaat software, bukan menjual SDM dan teknologi.
- Lihat kemampuan klien / pemilik proyek : Commercial company, LSM, Sekolah, dll. Masing-masing ada pertimbangan yang berbeda-beda.
- Idealnya, kita memahami dengan benar calon pemberi pekerjaan, baik dari sisi organisasi bisnisnya maupun personalnya sehingga bisa memberikan harga dengan tepat.
- Kontrak
Bagi pelaksana proyek, kontrak merupakan pengakuan akan eksistensi tim proyek yang dituangkan dalam kesepakatan tertulis. Idealnya, kontrak tidak boleh ditunda-tunda dan tidak mengandung ambiguitas.
- Kategorisasi Proyek
Poin ini dijadikan tambahan karena diperlukan hanya jika ada lebih dari satu calon proyek dalam waktu yang sama. Supaya kita tidak bingung memilihnya, terdapat beberapa faktor yang bisa dipertimbangkan:- Impact dari software jika diimplementasikan: berpengaruh besar atau tidak? Dari sisi produktivitas proses bisnis, keuntungan, dan risiko yang bisa terjadi.
- Skema pembiayaan project
- Latar belakang project : Apakah software dibuat karena ada masalah, atau karena ada kesempatan (paling ideal) atau karena ada keharusan untuk mengubah proses bisnis.