<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Javan IT Services</title>
	<atom:link href="http://javan.co.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://javan.co.id</link>
	<description>Open Source Support &#38; Software Development</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 13:22:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Opening 2012 : Lesson Learned From Battlefield</title>
		<link>http://javan.co.id/opening-2012-lesson-learned-from-battlefield/</link>
		<comments>http://javan.co.id/opening-2012-lesson-learned-from-battlefield/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 11:56:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wisnu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://javan.co.id/?p=1010</guid>
		<description><![CDATA[Ada banyak orang yang mengetahui tentang game Battlefield, sebuah game bergenre shooter. Di sini pemain berlatih menjadi seorang tentara, bekerja sama dalam sebuah tim, menyerang musuh untuk memenangi peperangan. Selain hiburan, game ini juga bisa menjadi pelajaran bagi entrepreneur untuk &#8216;berperang&#8217; dalam medan bisnis. 10 BUSINESS LESSONS FROM THE BATTLEFIELD &#8211; EP View more presentations [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada banyak orang yang mengetahui tentang game Battlefield, sebuah game bergenre shooter. Di sini pemain berlatih menjadi seorang tentara, bekerja sama dalam sebuah tim, menyerang musuh untuk memenangi peperangan. Selain hiburan, game ini juga bisa menjadi pelajaran bagi entrepreneur untuk &#8216;berperang&#8217; dalam medan bisnis.</p>
<div style="width:425px" id="__ss_10524813"> <strong style="display:block;margin:12px 0 4px"><a href="http://www.slideshare.net/mrcoryjim/10-business-lessons-from-the-battlefield-ep" title="10 BUSINESS LESSONS FROM THE BATTLEFIELD - EP" target="_blank">10 BUSINESS LESSONS FROM THE BATTLEFIELD &#8211; EP</a></strong> <iframe src="http://www.slideshare.net/slideshow/embed_code/10524813?rel=0" width="425" height="355" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe>
<div style="padding:5px 0 12px"> View more presentations from <a href="http://www.slideshare.net/mrcoryjim" target="_blank">Empowered Presentations, Presentation Design Firm &#8211; Honolulu, HI</a> </div>
</p></div>
<p><img title="More..." src="http://inoex135.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" /></p>
<p>Presentasi menarik tentang pelajaran bisnis yang didapat dari game Battlefield, sebuah game genre one person shooter. Adapun isi dari presentasi tersebut adalah kunci sukses memenangkan peperangan di dunia bisnis, yaitu:</p>
<ul>
<li><strong>Pick Your Team :</strong> pilih anggota tim yang sesuai mulai dari kebutuhan bisnis itu sendiri (misalkan kalau butuhnya orang marketing jangan hire programmer), kondisi keuangan perusahaan, hingga chemistry anggota tim itu apakah sesuai dengan anggota tim yang lain atau tidak. Pastikan juga semua anggota dalam tim memiliki kemampuan yang berbeda sehingga bisa saling support satu sama lain.</li>
<li><strong>Use TeamWork :</strong> Together Everyone Achieve More adalah kepanjangan dari TEAM. Oleh karena itu semua orang dalam perusahaan haruslah bisa bekerja sama. Kebetulan anggota timku kebanyakan orang hebat, masing-masing bisa sebenarnya bekerja sendiri, namun dengan menjadi tim kami harus bisa menjadi lebih hebat, lebih produktif, kalau dalam slide tersebut dengan bekerja dalam tim yang kerjasamanya bagus, bisa menghasilkan hasil 10 kali lipat dibandingkan kerja sendiri.</li>
<li><strong>Have a Plan :</strong><em>Failing to plan is plannging to fail</em> sebuah pepatah yang sering didengar, gagal merencanakan berarti merencanakan untuk gagal. Hal ini berlaku untuk apapun baik itu entitas bisnis, organisasi, atau bahkan individu. Oleh karena itu kita harus memiliki rencana apa sih yang mau kita lakukan, apa sih yang ingin dicapai, bagaimana sih mencapai target yang diinginkan dan sebagainya.</li>
<li><strong>Establish CheckPoints :</strong> CheckPoint adalah target-target yang harus dicapai, misalkan kuartal 1 harus mendapatkan klien sebanyak 5 buah dengan omset sebesar 500 juta. Kalau misalkan target tersebut tercapai, perusahaan bisa menambah resource untuk mempercepat RnD yang diharapkan produknya bisa launching di kuartal 2. Dengan adanya checkpoint yang jelas, semua orang tahu apa yang harus dilakukan, tantangan apa yang sedang dihadapi.</li>
<li><strong>Know Your Enemy :</strong> Kita harus tahu siapa yang menjadi kompetitor kita, siapa yang menjadi benchmark dari perusahaan kita. Apa kelebihan yang bisa ditiru, apa kekurangan yang membuat kita bisa memenangkan persaingan. Dengan mengetahui siapa musuh/kompetitor akan membawa perusahaan berada di depan.</li>
<li><strong>Pick Your Approach :</strong> Ada banyak strategi, bisnis model dan metode pengelolaan perusahaan yang ada, semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Perusahaan harus bisa memilih jangan bingung sehingga nantinya malah bingung mau kemana. Hal ini cocok sekali karena pernah mengalami ketika masih dalam masa-masa palu gada, apa lu mau gua ada. Perusahaan bingung mau bergerak seperti apa, dan hasilnya akhirnya kurang maksimal.</li>
<li><strong>Pick The Right Weapon :</strong> Ada banyak senjata yang tersedia, masing-masing mempunyai fungsi sendiri-sendiri. Kita harus bisa memilih senjata yang paling tepat. Kebetulan di perusahaanku sekarang ada beberapa senjata tersedia, PHP dengan berbagai framework, Java dengan beberapa framework, mobile application di beberapa platform, mungkin yang kurang adalah senjata untuk marketing dan internal perusahaan yang perlu diupgrade.</li>
<li><strong>Know Your Vehicles :</strong> Kendaraan apa yang mau dipakai untuk mencapai target. Contoh misalkan untuk produk ngomik.com ingin mencapai 100 ribu registered user tahun ini. Apa yang bisa digunakan untuk mencapai target itu? Menggunakan word of mouh, paid advertising, offline marketing atau apa? Setiap kendaraan punya fungsinya masing-masing. Ada yang cepat tapi untuk jarang jauh, ada yang murah, ada yang aman dan sebagainya.</li>
<li><strong>Focus :</strong><em>See your target, hit your target</em>. Apa nih target yang ingin dicapai? Bagaimana mencapainya? Kemudian capai target itu. Jangan sampai ada hal-hal yang mengganggu fokus. Kalau yang ingin dicapai dalam tahun ini adalah produk a,b,c jika kemudian ada tawaran proyek yang menggiurkan, jangan sampai target produk a, b, c tersebut malah hilang fokus.</li>
<li><strong>Don&#8217;t Rush It :</strong> Jangan tergesa-gesa. Tindakan yang tergesa-gesa malah bisa mengorbankan tim. Ketahui kemampuan diri, apakah memang sedang bisa ngebut atau sedang harus jalan pelan-pelan.</li>
</ul>
<p>Mungkin itu sharing yang bisa saya sampaikan dari slide ini. <em>Knowing is half the battle,</em> dengan mengetahui ilmunya kita siap menghadapi peperangan dan memenangkannya.</p>
<p><em>GO GO GO!!!</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://javan.co.id/opening-2012-lesson-learned-from-battlefield/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Development of Stamp Assesment and Payment System</title>
		<link>http://javan.co.id/development-of-stamp-assesment-and-payment-system/</link>
		<comments>http://javan.co.id/development-of-stamp-assesment-and-payment-system/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 09:20:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Javan IT Services</dc:creator>
				<category><![CDATA[Projects]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://javan.co.id/?p=1004</guid>
		<description><![CDATA[Merupakan subproyek dari 3F Resources Sdn Bhd yang mengerjakan Sistem Elektronik Sistem Elektronik Taksiran Dan Pungutan Duti Setem (E-stamping) di Lembaga Hasil Dalam Negeri Malaysia.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Merupakan subproyek dari 3F Resources Sdn Bhd yang mengerjakan Sistem Elektronik Sistem Elektronik Taksiran Dan Pungutan Duti Setem (E-stamping) di Lembaga Hasil Dalam Negeri Malaysia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://javan.co.id/development-of-stamp-assesment-and-payment-system/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Development of Gilkor Application</title>
		<link>http://javan.co.id/development-of-gilkor-application/</link>
		<comments>http://javan.co.id/development-of-gilkor-application/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 08:58:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Javan IT Services</dc:creator>
				<category><![CDATA[Projects]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://javan.co.id/?p=999</guid>
		<description><![CDATA[Gilkor is a site and application that helps you use your credit card benefits. Gilkor&#8217;s mobile application is designed to tell you where nearby discounts are, and more information is available on Gilkor&#8217;s website.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Gilkor is a site and application that helps you use your credit card benefits. Gilkor&#8217;s mobile application is designed to tell you where nearby discounts are, and more information is available on Gilkor&#8217;s website.</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://javan.co.id/development-of-gilkor-application/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Implementasi Tata Naskah Dinas Elektronik</title>
		<link>http://javan.co.id/implementasi-tata-naskah-dinas-elektronik/</link>
		<comments>http://javan.co.id/implementasi-tata-naskah-dinas-elektronik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 08:24:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Javan IT Services</dc:creator>
				<category><![CDATA[Projects]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://javan.co.id/?p=993</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu produk dari Javan adalah sistem aplikasi persuratan yang lebih dikenal dengan istilah Tata Naskah Dinas Elektronik (TNDE). Tata Naskah Dinas Elektronik adalah pengelolaan tata naskah dinas secara elektronik dengan memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk kecepatan dan kemudahan dalam proses pengambilan keputusan. Javan telah melakukan implementasi TNDE pada beberapa instansi milik pemerintah, dimana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu produk dari <a href="../">Javan</a> adalah sistem aplikasi persuratan yang lebih dikenal dengan istilah Tata Naskah Dinas Elektronik (TNDE). <a href="http://javan.co.id/tata-naskah-dinas-elektronik/">Tata Naskah Dinas Elektronik</a> adalah pengelolaan tata naskah dinas secara elektronik dengan memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk kecepatan dan kemudahan dalam proses pengambilan keputusan.</p>
<p>Javan telah melakukan implementasi TNDE pada beberapa instansi milik pemerintah, dimana diantaranya disertai kostumisasi khusus disesuaikan dengan kebijakan, kondisi khusus dan kebutuhan tambahan dari instansi tersebut. Adapun beberapa instansi tersebut adalah;</p>
<ul>
<li>Kementerian Pertanian &#8211; Tahun 2010</li>
<li>Kementerian Pendayaagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi &#8211; Tahun 2010</li>
<li>Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika &#8211; Tahun 2011</li>
<li>Badan Nasional Penanggulangan Bencana &#8211; Tahun 2011</li>
<li>Kementerian Kelautan dan Perikanan &#8211; Tahun 2011</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://javan.co.id/implementasi-tata-naskah-dinas-elektronik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sigma MX Part A</title>
		<link>http://javan.co.id/sigma-mx-part-a/</link>
		<comments>http://javan.co.id/sigma-mx-part-a/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 08:04:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Javan IT Services</dc:creator>
				<category><![CDATA[Projects]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://javan.co.id/?p=990</guid>
		<description><![CDATA[Proyek Sigma MX Part A ini merupakan sub-proyek dari PT. Sigma Cipta Caraka, dengan detail pekerjaan yang dilakukan diantaranya adalah; Setting Reporting Engine MX untuk Payment Gateway 1 Mobile Banking. Pengerjaan Rekon Smart Mobile Banking. Setting MX untuk Payment Gateway 2. Setting Reporting Engine MX untuk Payment Gateway 2. Pengerjaan rekon Payment Gateway 2. Setting [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Proyek Sigma MX Part A ini merupakan sub-proyek dari PT. Sigma Cipta Caraka, dengan detail pekerjaan yang dilakukan diantaranya adalah;</p>
<ul>
<li>Setting Reporting Engine MX untuk Payment Gateway 1 Mobile Banking.</li>
<li>Pengerjaan Rekon Smart Mobile Banking.</li>
<li>Setting MX untuk Payment Gateway 2.</li>
<li>Setting Reporting Engine MX untuk Payment Gateway 2.</li>
<li>Pengerjaan rekon Payment Gateway 2.</li>
<li>Setting Business Engine dan ISModule Internet Banking.</li>
<li>Setting Parameter Web Internet Banking.</li>
<li>Pengerjaan EDC Server.</li>
<li>Pengerjaan Rekon Fase III.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://javan.co.id/sigma-mx-part-a/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membuat Aplikasi Mobile Menggunakan Titanium</title>
		<link>http://javan.co.id/membuat-aplikasi-mobile-menggunakan-titanium/</link>
		<comments>http://javan.co.id/membuat-aplikasi-mobile-menggunakan-titanium/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Dec 2011 10:18:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>144key</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://javan.co.id/?p=956</guid>
		<description><![CDATA[Titanium merupakan salah satu framework alternatif buatan Appcelerator yang dapat digunakan dalam mengembangkan aplikasi mobile untuk multi platform (saat ini mendukung platform Android, iOS dan Blackberry). Sama seperti phonegap, framework ini mendukung penggunaan bahasa pemrograman web untuk client side scripting yaitu HTML, CSS dan JavaScript. Akan tetapi terdapat beberapa perbedaan dalam mekanisme penggunaannya yang membuat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Titanium merupakan salah satu framework alternatif buatan <a title="Official Web Appcelerator" href="http://www.appcelerator.com">Appcelerator</a> yang dapat digunakan dalam mengembangkan aplikasi mobile untuk multi <em>platform </em>(saat ini mendukung platform Android, iOS dan Blackberry). Sama seperti <em><a title="Javan Blog Phonegap" href="http://javan.co.id/mengenal-phonegap/">phonegap</a></em>, framework ini mendukung penggunaan bahasa pemrograman web untuk <em>client side scripting</em> yaitu HTML, CSS dan JavaScript.<em> </em>Akan tetapi terdapat beberapa perbedaan dalam mekanisme penggunaannya yang membuat framework ini patut untuk dicoba, yaitu :</p>
<ul>
<li>Framework ini dapat menghasilkan aplikasi native dimana menggunakan elemen-elemen antarmuka <em>native </em>tidak seperti <em>phonegap </em>yang pada dasarnya hanya mengandalkan <em>web engine element </em>dari suatu platform (misalnya <em>WebView </em>pada Android SDK) dalam mengeksekusi source halaman antarmuka web yang disimpan di lokal (<em>assets</em>). Hal ini dimungkinkan dengan menggunakan elemen-elemen antarmuka (UI) dari titanium (berupa kelas-kelas JavaScript) yang pada dasarnya akan mengeksekusi elemen-elemen UI <em>native </em>terkait pada saat <em>runtime </em>(<em>interpreter</em>). Secara teori maka <em>rendering </em>dan <em>responsiveness </em>antarmuka (UI) dari Titanium akan lebih baik dari <em>phoneGap</em>.</li>
<li>Karena menghasilkan ‘aplikasi <em>native </em>pada saar <em>runtime</em>’ maka framework ini dapat mengakses sumber daya <em>native </em>/ API <em>native </em>(seperti kamera, GPS, <em>AcceleroMeter</em> dan sebagainya) dengan baik. Hal serupa sejauh ini masih sulit diimplementasikan pada <em>phoneGap</em>, kalaupun terdapat implementasi pustaka <em>PhoneGap </em>untuk mengakses sumber daya <em>native</em>, implementasi tersebut masih belum stabil.</li>
<li>Framework ini memiliki IDE khusus yang dirancang untuk mempermudah pengembangan aplikasi yaitu Titanium Studio. IDE ini merupakan pengembangan dari IDE Eclipse sehingga bagi pengguna Eclipse tidak akan memiliki kendala dalam menggunakannya.</li>
<li>Selain untuk membuat aplikasi <em>mobile, </em>framework ini juga dapat digunakan untuk membangun aplikasi <em>desktop </em>yang dapat berjalan <em>native </em>pada berbagai platform (saat ini untuk platform Windows, Linux dan MacOS)</li>
</ul>
<div id="attachment_957" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://javan.co.id/wp-content/uploads/2011/12/titanium3.png"><img class="size-medium wp-image-957" src="http://javan.co.id/wp-content/uploads/2011/12/titanium3-300x210.png" alt="Titanium Framework" width="300" height="210" /></a><p class="wp-caption-text">Titanium Framework</p></div>
<p>Pada artikel ini akan diperlihatkan salah satu instansiasi aplikasi sederhana dari framework Titanium yaitu JavanArticle yang akan meminta RSS Feeds dari server dan menampilkan daftar artikel pada antarmuka aplikasi. Langkah pertama adalah dengan membuat proyek baru pada IDE Titanium Studio melalui menu File &gt; New &gt; Titanium Mobile Project, kemudian menginisiasi konfigurasi dasar dari proyek seperti pada gambar berikut.</p>
<div id="attachment_958" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://javan.co.id/wp-content/uploads/2011/12/titanium1.png"><img class="size-medium wp-image-958" src="http://javan.co.id/wp-content/uploads/2011/12/titanium1-300x285.png" alt="Membuat Proyek Titanium Baru" width="300" height="285" /></a><p class="wp-caption-text">Membuat Proyek Titanium Baru</p></div>
<p>Setelah mengklik tombol ‘Finish’ maka Titanium Studio akan otomatis membuat <em>workspace </em>baru dan juga <em>template </em>aplikasi standar yang sudah memiliki inisiasi kode aplikasi. Yang perlu diperhatikan adalah file <em>script app.js</em> pada folder Resources, dimana file inilah yang akan menjadi main file yang akan dieksekusi secara <em>default </em>pada saat <em>runtime</em>. Setelah itu <em>replace </em>lah seluruh kode pada berkas <em>app.js</em> dengan kode berikut.</p>
<div>
<pre class="brush: jscript; title: ; notranslate">
// Set warna latar aplikasi
Titanium.UI.setBackgroundColor('#000');

// Buat UI Window baru untuk aplikasi dan inisiasi properti UI yang dibutuhkan
var win = Titanium.UI.createWindow({
    title:'Javan Articles',
    backgroundColor:'#000'
});

// Buat UI Tabel untuk dan inisiasi properti UI yang dibutuhkan
// Variabel data akan digunakan untuk menampung objek-objek RSS feed yang diterima
var data = [];
var tableview = Titanium.UI.createTableView({
	data:data,
	headerTitle: 'List of Recent Articles',
	backgroundColor:'#000'
});

// Buat UI Baris Tabel dan inisiasi properti UI yang dibutuhkan
row = Titanium.UI.createTableViewRow({
		title: 'loading articles ...',
		backgroundColor:'#000',
		color: '#FF0'
	});

// Letakkan baris tabel 'row' ke tabel 'tableview'
tableview.appendRow(row);

// Letakkan tabel 'tableview' pada window 'win'
win.add(tableview);

// Tampilkan Window ke Layar
win.open();

// Inisiasi koneksi ke server untuk memuat daftar artikel dari RSS Feeds
// Koneksi dilakukan secara asinkronus (AJAX)
var xhr = Titanium.Network.createHTTPClient();
// Inisiasi function handler yang menangani pemrosesan data yang diterima dari server
xhr.onload = function() {
	try {
		tableview.deleteRow(0, null); // hapus baris ke-0 pada tabel 'tableview'
		var doc = this.responseXML.documentElement; // assign data dari server sebagai objek XML 'doc'
		var items = doc.getElementsByTagName('item');
		var doctitle = doc.evaluate(&quot;//channel/title/text()&quot;).item(0).nodeValue;
		var urls = new Array();
		// Proses setiap item RSS
		for(var c=0; c		{
			urls1 = items.item(c).getElementsByTagName('link').item(0).text;
			postName = items.item(c).getElementsByTagName('title').item(0).text;
			postUrl = items.item(c).getElementsByTagName('link').item(0).text;
			// Buat UI baris tabel 'row' dan inisiasi dengan title dari objek RSS ke - c
			row = Titanium.UI.createTableViewRow({
					title: postName,
					backgroundColor:'#000',
					color: '#FF0'
				});
			// Letakkan 'row' ke tabel 'tableview'
			tableview.appendRow(row);
			// Tambahkan handler yang akan dieksekusi ketia baris tabel di klik
			row.addEventListener('click', function (e){
				// Aksi yang akan dilakukan adalah membuka browser untuk membuka artikel terkait
				var intent = Titanium.Android.createIntent({
						action: Titanium.Android.ACTION_VIEW,
						data: urls[e.index],
					});
				intent.addCategory(Titanium.Android.CATEGORY_BROWSABLE);
				Ti.Android.currentActivity.startActivity(intent);
			});
		}
	} catch(E) {
		// Munculkan dialog jika terjadi 'exception' selama pemrosesan data dari server berlangsung
		alert(E);
	}
};

// Lakukan koneksi ke server untuk memulai operasi
xhr.open('GET', 'http://javan.co.id/feed/rss');
xhr.send();
</pre>
<p>Kode di atas akan memunculkan window aplikasi yang menampilkan daftar RSS Feeds dari <a href="http://javan.co.id/feed/rss">http://javan.co.id/feed/rss</a> dalam format tabel dimana langkah-langkah prosesnya sudah dijelaskan pada setiap komentar kode. Selanjutnya <em>compile </em>aplikasi terkait menjadi <em>Android Package</em> (.apk) dan jalankan pada emulator. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan klik kanan pada proyek terkait dan pilih menu Run As &gt; Android Emulator. Anda juga dapat langsung menginstalasi aplikasi pada perangkat Android dengan melakukan klik kanan juga pada proyek terkait dan pilih menu “Install To Android Devices”. Baik pada emulator maupun pada perangkat android, saat aplikasi di jalankan lebih kurang akan memunculkan window aplikasi sesuai gambar berikut.</p>
<div id="attachment_959" class="wp-caption aligncenter" style="width: 190px"><a href="http://javan.co.id/wp-content/uploads/2011/12/titanium2.png"><img class="size-medium wp-image-959" src="http://javan.co.id/wp-content/uploads/2011/12/titanium2-180x300.png" alt="Instansiasi Aplikasi dari Titanium Framework" width="180" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Instansiasi Aplikasi dari Titanium Framework</p></div>
<p>Untuk informasi lebih lanjut tentang framework ini serta contoh-contoh aplikasi lain yang dibuat menggunakan framework Titanium dapat dilihat pada <a title="Titanium Mobile Development Webpages" href="http://www.appcelerator.com/products/titanium-mobile-application-development/" target="_blank">situs terkait</a>. Selamat mencoba dan bereksplorasi.</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://javan.co.id/membuat-aplikasi-mobile-menggunakan-titanium/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Phonegap</title>
		<link>http://javan.co.id/mengenal-phonegap/</link>
		<comments>http://javan.co.id/mengenal-phonegap/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Nov 2011 03:18:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>satrio</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://javan.co.id/?p=948</guid>
		<description><![CDATA[Apa itu PhoneGap? PhoneGap adalah sebuah framework opensource yang di pakai untuk membuat aplikasi cross-platform mobile hanya dengan menggunakan bahasa pemrograman HTML , javascript dan CSS. PhoneGap menjadi sebuah solusi yang ideal bagi para web developer yang ingin berkecimpung di dunia aplikasi mobile khususnya smartphone. Cross-platform mobile artinya hanya dengan 1 bahasa pemrograman kita bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Apa itu PhoneGap?</strong></p>
<p><em><strong>PhoneGap</strong></em> adalah sebuah framework opensource yang di pakai untuk membuat aplikasi cross-platform mobile hanya dengan menggunakan bahasa pemrograman HTML , javascript dan CSS.</p>
<p><em><strong>PhoneGap</strong></em> menjadi sebuah solusi yang ideal bagi para web developer yang ingin berkecimpung di dunia aplikasi mobile khususnya smartphone.</p>
<p><em>Cross-platform mobile</em> artinya hanya dengan 1 bahasa pemrograman kita bisa membuat aplikasi untuk berbagai macam OS smartphone, contohnya Android, Symbian, iOS, Bada, Blackberry dan lainnya. Semua bisa dilakukan dengna phonegap.</p>
<p><strong>Cara membuat aplikasi menggunakan PhoneGap :</strong></p>
<p>membuat aplikasi dengan phonegap cukup mudah, pertama buat tampilan seperti  web dahulu beserta proses-prosesnya layaknya web, kemudian terakhir build aplikasi dengan phonegap. maka jadilah aplikasi mobile untuk berbagai macam platform mobile.</p>
<p>Aplikasi yang di buat dengan PhoneGap tidak seperti web biasa, aplikasi ini bisa berinteraksi dengan hardware smartphone kita. misalnya acclerometer, compas, GPS dan sebagainya.</p>
<p><strong>Phonegap API</strong></p>
<p>sebuah lapisan abstrak yang menyediakan pengembang dengan akses ke fitur perangkat keras platform tertentu.</p>
<p>berikut Fitur hardware yang didukung oleh PhoneGap API seperti:</p>
<ol>
<li>Geolocation</li>
<li>Accelerometer</li>
<li>Camera</li>
<li>Compass</li>
<li>Contact</li>
<li>Media</li>
<li>Network</li>
<li>Notification (alert)</li>
<li>Notification (sound)</li>
<li>Notification (Vibration)</li>
<li>Storage</li>
</ol>
<div><strong>Bahan-bahan yang diperlukan :</strong></div>
<div>
<ul>
<li>Android SDK</li>
<li>ADT plugin for Eclipse</li>
<li>Eclipse</li>
<li>PhoneGap</li>
<li>Dreamweaver CS5.5 (optional)</li>
<li>atau texteditor lainnya</li>
</ul>
<div>Setelah mendownload phonegap, maka anda akan mendapatkan template untuk aplikasi di beberpa platform. cukup kita menggunakan template yang ada untuk membuat aplikasi baru.</div>
</div>
<div>Sumber: <a href="http://www.phonegap.com/" target="_blank">http://www.phonegap.com</a></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://javan.co.id/mengenal-phonegap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Innovation Engineering ( UI, UX, Physical Design )</title>
		<link>http://javan.co.id/innovation-engineering-ui-ux-physical-design/</link>
		<comments>http://javan.co.id/innovation-engineering-ui-ux-physical-design/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Nov 2011 09:12:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imran</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogs]]></category>
		<category><![CDATA[innovation engineering]]></category>
		<category><![CDATA[inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://javan.co.id/?p=934</guid>
		<description><![CDATA[Inovasi dalam berbagai industri adalah salah satu faktor terpenting untuk menentukan masa depan sebuah perusahaan. Inovasi bagi perusahan memiliki 3 bagian, yaitu : Inovasi Produk Inovasi Strategy Marketing &#38; Sales Inovasi Operasional Managemen ketiga bagian tersebut, tidak ada bagian yang lebih penting dari bagian lainya, mereka saling melengkapi. Di silabus, ada beberapa definisi dari Innovation [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Inovasi dalam berbagai industri adalah salah satu faktor terpenting untuk menentukan masa depan sebuah perusahaan. Inovasi bagi perusahan memiliki 3 bagian, yaitu :</p>
<ul>
<li>Inovasi Produk</li>
<li>Inovasi Strategy Marketing &amp; Sales</li>
<li>Inovasi Operasional Managemen</li>
</ul>
<p>ketiga bagian tersebut, tidak ada bagian yang lebih penting dari bagian lainya, mereka saling melengkapi. Di silabus, ada beberapa definisi dari Innovation Engineering, yaitu :</p>
<ol>
<li>Innovation is the complex process of introducing novel ideas into use or practice &#8211; Lemelson/MIT</li>
<li>Innovation occurs at the intersection of invention and insight; it’s about application of invention -Council on Competitiveness</li>
<li>Knowledge applied to tasks that are new and different is Innovation – Peter Drucker</li>
<li>Innovation is the transformation of Knowledge into money – 3M</li>
</ol>
<p>Secara pribadi, bagi saya definisi yang paling tepat untuk dunia bisnis adalah definisi yang nomor 4, mengapa? karena adalah sebuah kesia &#8211; siaan belaka jika inovasi yang telah di hasilkan tidak bisa memberikan nilai tambah bagi perusahaan. Dalam artikel ini saya akan lebih fokus pada Innovation Engineering dari sisi produk, lebih spesifiknya produk teknologi Informasi.</p>
<p><strong>Physical Design</strong></p>
<p>Pada tahun 1983, IBM, sebagai raksasa IT di saat ini mengeluarkan produk PC nya dengan nama IBM 5120</p>
<div id="attachment_936" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://javan.co.id/wp-content/uploads/2011/11/ibm51201.jpg"><img class="size-medium wp-image-936" src="http://javan.co.id/wp-content/uploads/2011/11/ibm51201-300x206.jpg" alt="" width="300" height="206" /></a><p class="wp-caption-text">IBM 5120</p></div>
<p>dengan spesifikasi produk sebagai berikut :</p>
<p><a href="http://javan.co.id/wp-content/uploads/2011/11/ibm.jpg"><img class="size-full wp-image-938 alignleft" src="http://javan.co.id/wp-content/uploads/2011/11/ibm.jpg" alt="" width="218" height="244" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di saat yang bersamaan, Apple Computer mengeluarkan produknya berbasis sistem operasi Macintosh</p>
<div id="attachment_939" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://javan.co.id/wp-content/uploads/2011/11/appleiii1.jpg"><img class="size-medium wp-image-939" src="http://javan.co.id/wp-content/uploads/2011/11/appleiii1-300x193.jpg" alt="" width="300" height="193" /></a><p class="wp-caption-text">Apple III</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>dengan spesifikasi yang lebih tinggi namun harga yanhg lebih murah :</p>
<p><a href="http://javan.co.id/wp-content/uploads/2011/11/Capture.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-940" src="http://javan.co.id/wp-content/uploads/2011/11/Capture-228x300.jpg" alt="" width="228" height="300" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kehadiran dari komputer untuk kebutuhan personal pada era 1980an  telah membuat Raksasa IBM kerepotan, bahkan kalah total di bandingkan dengan perusahaan kecil namun agresif serta penuh inovasi. Jika kita membandingkan ke dua produk diatas, jelas terlihat bukan, bahwa produk Apple lebih menarik baik secara penampilan fisik dan spesifikasi produknya?. Inovasi &#8211; inovasi yang terjadi di tahun 1980 an berada pada area UI ( User Interface ), sedangkan di tahun 2000an awal pada area UX ( User Experience ), contoh pertarungan di area UI adalah sebagai berikut ini :</p>
<div id="attachment_941" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://javan.co.id/wp-content/uploads/2011/11/ms_630px.jpg"><img class="size-medium wp-image-941" src="http://javan.co.id/wp-content/uploads/2011/11/ms_630px-300x164.jpg" alt="" width="300" height="164" /></a><p class="wp-caption-text">UI Windows</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan UI dari Apple</p>
<div id="attachment_942" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://javan.co.id/wp-content/uploads/2011/11/macgui.gif"><img class="size-medium wp-image-942" src="http://javan.co.id/wp-content/uploads/2011/11/macgui-300x200.gif" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">UI Macintosh</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>UI dari windows walau penuh warna, namun terkesan norak dan membosankan, sedangkan UI dari Apple walau hanya terdiri dari 3 warna, namun lebih nyaman untuk di lihat. akan tetapi produk Windows tetap unggul dari sisi penjualan, hal ini terbukti dengan produk &#8211; produk windows yang begitu menguasai pasar. hal ini bisa terjadi karena microsoft unggul di inovasi marketing nya. Perkembangan kompetisi inovasi di di tahun 2000an  di mulai dari dua kegagalan besar Microsoft di produk, yaitu : Zune dan Keen</p>
<div id="attachment_943" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://javan.co.id/wp-content/uploads/2011/11/kin-one-two-mobiles.jpg"><img class="size-medium wp-image-943" src="http://javan.co.id/wp-content/uploads/2011/11/kin-one-two-mobiles-300x206.jpg" alt="" width="300" height="206" /></a><p class="wp-caption-text">Microsoft Keen</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_944" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://javan.co.id/wp-content/uploads/2011/11/apple-iphone-4.jpg"><img class="size-medium wp-image-944" src="http://javan.co.id/wp-content/uploads/2011/11/apple-iphone-4-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Iphone</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di bandingkan dengan produk Apple, yaitu IPhone, dari sisi desain fisik, sama &#8211; sama bagus, dari sisi UI pun sama &#8211; sama bagus, namun mengappa Windows keen begitu fenomenal gagalnya?. satu hal yang yang terlewatkan oleh Microsoft, sebagai sebuah smartphone, memiliki desain yang cantik serta UI yang keren tidaklah cukup, jika tidak memiliki pasar applikasi yang bisa membuat smartphone tersebut berdaya guna, di sini IPhone unggul dari sisi UX ( User Experience ). Itu yang terjadi di tahun 2010, di tahun 2011 ini, persaingan antar produk IT menjadi semakin keras dan ketat, semua vendor memiliki produk yang sama cantik nya, memiliki app market masing -masing, sehingga kedepan persaingan bukan lagi berada di area vendor vs vendor, akan tetapi App developer Vs App developer. dengan 4 area yang potensial, yaitu :</p>
<ul>
<li>Game</li>
<li>Edukasi</li>
<li>Sistem Informasi</li>
<li>Entertainment</li>
</ul>
<p>Inovasi &#8211; inovasi yang di hasilkan di area aplikasi mobile akan menjadi sangat ketat, karena sangat mungkin appliaksi yang satu sangat mirip dengan applikasi lainya, sehingga kedalaman pemahaman sebuah perusahaan terhadap dinamika pasar akan menjadi sangat penting, sejarah inovasi produk membuktikan bahwa produk &#8211; produk yang berhasil di pasar dan di terima konsumen bukan lah selalu yang paling canggih atau paling lengkap, akan tetapi produk yang sederhana secara desain, namun sangat solutif bagi pengguna nya. Sebagai penutup saya ingin mengutip ucapa Steve Jobs, yaitu :</p>
<h6>&#8220;Kita harus membentuk ide-ide dasar dari realitas alam<br />
dengan pemikiran dan kreativitas kita.<br />
Dengan itu kita akan menandai sejarah,<br />
tidak sekedar larut di dalamnya.&#8221;- Steve Jobs</h6>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://javan.co.id/innovation-engineering-ui-ux-physical-design/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rangkuman Sederhana Tentang Project Management Office (PMO)</title>
		<link>http://javan.co.id/rangkuman-sederhana-tentang-project-management-office-pmo/</link>
		<comments>http://javan.co.id/rangkuman-sederhana-tentang-project-management-office-pmo/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2011 11:55:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>subair</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogs]]></category>
		<category><![CDATA[PM]]></category>
		<category><![CDATA[PMO]]></category>
		<category><![CDATA[Project Management]]></category>
		<category><![CDATA[Project Management Office]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://javan.co.id/?p=899</guid>
		<description><![CDATA[Dalam setiap proyek yang dikelola, semua orang pasti menginginkan agar proyek tersebut bisa tepat waktu (on time), tepat anggaran (on budget), dan tepat cakupan (on scope). Akan tetapi tentu dalam pelaksanaannya, setiap proyek pasti memiliki tantangan dan hambatan yang harus ditangani, terlebih jika dalam kondisi  jumlah proyek yang dikerjakan dalam waktu bersamaan jumlahnya banyak. Sudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam setiap proyek yang dikelola, semua orang pasti menginginkan agar proyek tersebut bisa tepat waktu (<em>on time</em>), tepat anggaran (<em>on budget)</em>, dan tepat cakupan (<em>on scope</em>). Akan tetapi tentu dalam pelaksanaannya, setiap proyek pasti memiliki tantangan dan hambatan yang harus ditangani, terlebih jika dalam kondisi  jumlah proyek yang dikerjakan dalam waktu bersamaan jumlahnya banyak. Sudah dapat dipastikan, jika proyek tidak dikelola dengan baik, <em>resource</em> yang mencukupi tetap tidak bisa menutupi semua keperluan proyek yang ada.</p>
<p>Untuk mengatasi masalah ini salah satu solusi paling populer dalam dunia <em>Project Management</em> saat ini adalah <em>Project Management Office</em> (PMO), yang merupakan lembaga dalam perusahaan/organisasi yang berfungsi mengatur prioritas dan pengelolaan sumber daya (<em>resource management</em>) semisal mengalokasikan SDM, peranti kerja (<em>equipment</em>), biaya, waktu, <em>software</em>/aplikasi, dan berbagai sumber daya lainnya.</p>
<p><strong>Definisi PMO</strong></p>
<p>Mengutip dari Wikipedia[1], definisi PMO adalah;</p>
<blockquote><p>The Project Management Office (PMO) in a business or professional enterprise is the department or group that defines and maintains the standards of process, generally related to project management, within the organization. The PMO strives to standardize and introduce economies of repetition in the execution of projects. The PMO is the source of documentation, guidance and metrics on the practice of project management and execution. In some organisations this is known as the Program Management Office (sometimes abbreviated to PgMO to differentiate); the subtle difference is that program management relates to governing the management of several related projects.</p></blockquote>
<p style="text-align: center"><a href="http://www.stratnet.ca/?l=en&amp;c=prman"><img class="aligncenter" src="../wp-content/uploads/2011/10/pmo_pyramid.gif" alt="" width="252" height="226" /></a></p>
<p>Berikut 2 definisi lain yang dikutip oleh blog PMO Master [2];</p>
<blockquote><p>Project, Program and Portfolio Office (P3O) Guide defines PMO as: “The decision enabling and support business model for all business change within an organization (OGC, 2008, p.8)”[3]</p></blockquote>
<p>dan</p>
<blockquote><p>Parviz F. Rad and Ginger Levin in their book The Advanced Project Management Office described: “PMO is the organizational entity with full-time personnel to provide a focal point for the discipline of project management (St. Lucie Press, 2002, p. 1)”[4]</p></blockquote>
<p><a href="http://www.stratnet.ca/?l=en&amp;c=prman"><br />
</a><strong>Fungsi dan Tugas PMO</strong></p>
<p>Rita Mulcahy dalam buku PMP Exam Prep[5] menyebutkan fungsi PMO adalah sebagai berikut:</p>
<blockquote>
<ul>
<li> Providing the Policies, Methodologies, and Templates for Managing Projects within the organization,</li>
<li> Providing Support and Guidance to others in the organization on how to manage projects, training others in project management or project management software, and assisting with specific project management tools,</li>
<li> Providing Project Managers for different projects, and being responsible for the results of those projects (All Projects, or project of a certain size, type or influence, are managed by this office).</li>
</ul>
</blockquote>
<p>Adapun Thomas B. Clark, Ph.D.[6], secara lebih spesifik merinci fungsi dan tugas dari PMO adalah;</p>
<blockquote>
<ul>
<li> To provide for ongoing ownership and responsibility for the application of project management in the organization.</li>
<li> To provide a permanent home for project management expertise/knowledge, as individuals enter and leave the organization over time.</li>
<li> To acquire the tools required to manage projects effectively and efficiently.</li>
<li> To ensure the consistent application of project planning and control processes on all projects.</li>
<li> To promote concise communication regarding projects within the organization.</li>
<li> To provide computer support for the project management process, freeing project managers to focus on building the team and managing the work.</li>
<li>To organize and maintain an organizational repository of project information that has value in planning future projects.</li>
<li>To conduct portfolio-level analyses (such as workload projections for specific resources) across multiple projects.</li>
<li>To continuously improve the project management system and the practice of project management within the organization.</li>
</ul>
</blockquote>
<p><strong>Kapan butuh PMO?</strong></p>
<p>Mengutip dari BAS Consulting Whitepaper[7] yang menyebutkan kondisi-kondisi organisasi yang sudah membutuhkan PMO adalah sebagai berikut:</p>
<blockquote>
<ul>
<li> Setiap proyek yang dijalankan tidak dapat memberikan gambaran kontribusi finansial (<em>project portfolio</em>), baik secara langsung maupun tidak langsung, kepada perusahaan. Apa itu dalam bentuk <em>Return On Investment, Project Economics, Project Balanced Scorecard</em>, dll.</li>
<li> Proyek-proyek dimulai tanpa adanya kolaborasi antara eksekutif fungsional (<em>functional executives</em>) Sumber Daya Manusia yang ada menjalankan pekerjaan multi-tasking hanya untuk membahagiakan para eksekutif fungsional.</li>
<li> Terlalu banyak waktu yang diluangkan untuk mengevaluasi anggaran proyek serta biayanya ketimbang evaluasi penurunan <em>project cycle time</em>.</li>
<li> Para manajer proyek dan eksekutif seringkali memperdebatkan <em>deadline</em> serta SDM proyek.</li>
<li> Para manajer proyek seringkali terbentur masalah SDM proyek karena kurangnya perencanaan SDM yang baik konflik antar manajer proyek sering terjadi, khususnya dalam &#8216;perebutan&#8217; SDM.</li>
<li> Terlalu banyak proyek yang berjalan sehingga seringkali kekurangan SDM.</li>
</ul>
</blockquote>
<p><strong>Hasil PMO</strong></p>
<p>Sebagaimana dikutip dari PM Solutions Research “The State of PMO 2010”[8], hasi riset terakhi mengindikasikan bahawa pada implementasi PMO yang telah ada  telah terbukti memberikan peningkatan performa dengan sebaran sebagai berikut;</p>
<blockquote>
<ul>
<li>Decreased in failed project 31%</li>
<li> Project deliver under budget 30%</li>
<li> Improvement in Productivity 21%</li>
<li> Projects deliver ahead schedule 9%</li>
<li> Cost saving per project 17%</li>
<li>Increase in resource capacity 13%</li>
</ul>
</blockquote>
<p><strong>Referensi:</strong></p>
<ol>
<li> http://en.wikipedia.org/wiki/Project_management_office</li>
<li>http://pmomaster.wordpress.com/2011/07/04/what-is-a-pmo-the-definition-of-pmo/</li>
<li>OGC (2008), Project, Program, Portfolio Office (P3O) Guide. Crown Publishing, p. 8.</li>
<li>Rad and Levine (2002), The Advance Project Management Office, CRC Press, p1.</li>
<li>http://rahmadib.wordpress.com/2008/04/15/project-management-office-pmo/</li>
<li>http://pmomaster.files.wordpress.com/2011/06/the-project-management-office-by-thomas-b-clark-ph-d.pdf</li>
<li> http://www.pmsolutions.com/collateral/research/State%20of%20the%20PMO%202010%20Research%20Report.pdf</li>
<li> http://www.scribd.com/doc/522640/Apa-itu-PMO</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://javan.co.id/rangkuman-sederhana-tentang-project-management-office-pmo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencicipi PLAY Framework</title>
		<link>http://javan.co.id/mencicipi-play-framework/</link>
		<comments>http://javan.co.id/mencicipi-play-framework/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Oct 2011 08:56:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://javan.co.id/?p=893</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu tantangan dalam pemrograman J2EE ataupun web menggunakan Java adalah proses build and deploy yang seringkali memakan waktu yang cukup lama, bahkan dalam beberapa kondisi harus melakukan restart server meskipun masih dalam proses development yang hanya mengubah beberapa file saja. Beberapa framework dikembangkan bertujuan untuk semakin memudahkan dan mempercepat proses development aplikasi menggunakan java. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu tantangan dalam pemrograman J2EE ataupun web menggunakan Java adalah proses build and deploy yang seringkali memakan waktu yang cukup lama, bahkan dalam beberapa kondisi harus melakukan restart server meskipun masih dalam proses development yang hanya mengubah beberapa file saja.</p>
<p>Beberapa framework dikembangkan bertujuan untuk semakin memudahkan dan mempercepat proses development aplikasi menggunakan java. Diantaranya play framework, yg bahkan bagi programmer yang belum terbiasa java asalkan menguasai konsep OOP maupun MVC akan sangat mudah untuk memanfaatkan framework ini. OK, mari kita lihat asyik dan mudahnya memanfaatkan play framework.</p>
<p>1. Getting Started<br />
   Mari kita coba betapa kita dapat memulai membuat web dengan java dengan sangat mudah dan cepat <img src='http://javan.co.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> , dengan langkah sederhana sebagai berikut :</p>
<ul>
<li>Download <a href="http://www.playframework.org/download">Playframework </a></li>
<p>	    Letakkan ekstraksi hasil download, dan setting path pada sistem operasi mengarah pada folder hasil ekstrasi tersebut sehingga anda bisa mengakses file binary play. </p>
<li>Ketikkan
<pre class="brush: plain; title: ; notranslate">play new myApp</pre>
<p>  pada console</li>
<p>	myApp adalah nama dari project yang akan kita buat. Otomatis play framework akan membuat susunan folder dan semua file yang  diperlukan untuk menjalankan web. Untuk melakukan test bahwa semua berjalan lancar, maka masuk ke dalam folder myApp kemudian ketikkan
<pre class="brush: plain; title: ; notranslate">play run</pre>
<p>. Selanjutnya aplikasi web yang baru saja kita jalankan dapat kita lihat pada browser dengan alamat http://localhost:9000</p>
</ul>
<p>2. Merasakan MVC<br />
Untuk memulai coding, kita akan banyak melakukan modifikasi pada folder &#8220;app&#8221;, dimana didalamnya akan terdapat 3 folder lagi yaitu :</p>
<ul>
<li>Models</li>
<p>Berisi kelas-kelas yang dibutuhkan sebagai entity, merupakan suatu kelas java biasa yang mempunya annotation @Entity dan field-field yang akan bersesuaian dengan kolom pada database. Contohnya sebagai berikut:</p>
<pre class="brush: plain; title: ; notranslate">
package models;

import javax.persistence.Entity;

import play.db.jpa.Model;

@Entity
public class User extends Model{
	public String username=&quot;&quot;;
	public String password=&quot;&quot;;
	public User(String username, String password) {

		this.username = username;
		this.password = password;
	}
	public User() {
		// TODO Auto-generated constructor stub
	}

}
</pre>
<li>Views</li>
<p>Folder ini akan berisi semua tampilan web dengan format html. Dalam file html, dapat digunakan variable-variable yang telah diset pada controller seperti layaknya jstl. Nama file yang dibuat disesuaikan dengana nama method pada controller yang bersangkutan, dan dimasukkan dalam folder sesuai dengan nama Controllernya.</p>
<li>Controllers</li>
<p>Folder ini akan berisi kelas-kelas java yang mendefinisikan action-action yang petama kali akan dipanggil ketika aplikasi web menerima request. Konfigurasi mapping dapat kita lihat pada file myApp/conf/routes, misalkan secara default didefinisikan sebagai berikut :</p>
<pre class="brush: plain; title: ; notranslate"> *       /{controller}/{action}                  {controller}.{action}]</pre>
<p>maka untuk setiap request GET/POST (ditandakan dengan tanda *) dengan path  /Users/list akan mengambil pada controller dengan nama Users dan method list(). Dan secara otomatis akan mengambil view pada myApp/app/views/Users/list.html. <br />
Pada Controller ini kita berinteraksi antara model yang telah kita buat untuk mengambil data, dan passing isinya ke view yang telah kita buat.
</ul>
<p>Demikian sentuhan pertama kita menggunakan playframework, untuk mempelajari lebih mendalam dapat kita baca lebih lanjut pada <a href="http://www.playframework.org/documentation">Dokumentasi</a> yang disediakan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://javan.co.id/mencicipi-play-framework/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

