<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Javan IT Services</title>
	<atom:link href="http://javan.co.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://javan.co.id</link>
	<description>Open Source Support &#38; Software Development</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Sep 2010 14:06:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Lulusan IT ga ngerti hardware – Part 4: Memory</title>
		<link>http://javan.co.id/lulusan-it-ga-ngerti-hardware-%e2%80%93-part-4-memory/</link>
		<comments>http://javan.co.id/lulusan-it-ga-ngerti-hardware-%e2%80%93-part-4-memory/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 14:06:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>idoej</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://javan.co.id/?p=430</guid>
		<description><![CDATA[Ok, mari kita lanjut cerita berserinya. Errr&#8230; blog berseri maksudnya tentang basic hardware of computer. Kesempatan kali ini yang saya bahas adalah memory. Cerita singkat dari memory adalah bagian yang menyimpan angka, teks, gambar dan lain-lain sebelum diolah/hasil olahan prosesor pada saat program dijalankan. Point ini yang membedakan memory dengan harddisk karena harddisk menyimpan data [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ok, mari kita lanjut cerita berserinya. Errr&#8230; blog berseri maksudnya tentang basic hardware of computer. Kesempatan kali ini yang saya bahas adalah memory. Cerita singkat dari memory adalah bagian yang menyimpan angka, teks, gambar dan lain-lain sebelum diolah/hasil olahan prosesor pada saat <strong>program dijalankan</strong>. Point ini yang membedakan memory dengan harddisk karena harddisk menyimpan data meskipun program tidak berjalan bahkan pada saat komputer shutdown. Dari hubungan tersebut bisa ditebak bahwa kecepatan transfer data dari memory ke prosesor dan sebaliknya mempengaruhi kecepatan sebuah program dijalankan. Selain itu, data yang dibutuhkan prosesor bermacam-macam ukurannya sehingga semakin besar kapasitas sebuah memory tentu semakin baik.</p>
<p>Dari cerita singkat tersebut bisa diambil benang merah bahwa ada 2 hal yang perlu diperhatikan dalam memilih memory, yaitu kecepatan (frekuensi dan latensi) dan kapasitas. Untuk kapasitas, tidak ada batasan antara motherboard yang digunakan dengan memory yang bisa dipasangkan. Namun, lain ceritanya dengan frekuensi karena masing-masing motherboard memiliki dukungan terhadap frekuensi yang berbeda. Frekuensi ini berkorelasi dengan interface memory tersebut, apakah DDR, DDR2 atau DDR3 (DDR4 sedang dalam pengembangan).</p>
<p>Istilah lain yang berkaitan dengan kecepatan memory adalah latency. Latency pada memory terbagi menjadi banyak komponen (CL-tRCD-tRP-tRAS). Namun, secara garis besar latency adalah delay yang dibutuhkan untuk mengakses data di memory. Semakin kecil latency semakin cepat data tersebut bisa diakses oleh prosesor. Namun, semakin tinggi frekuensi memaksa latency semakin tinggi untuk menjaga kestabilan (suhu) memory.</p>
<p>Berikut ini adalah tipikal range frekuensi dan latency masing-masing interface:</p>
<ul>
<li>DDR: 200MHz &#8211; 400MHz atau PC1600 &#8211; PC3200 dengan latency 1-5</li>
<li>DDR2: 400MHz &#8211; 1066MHz atau PC3200-PC8500 dengan latency 3-7</li>
<li>DDR3: 800MHz &#8211; 2133MHz atau PC6400-PC17000 dengan latency 5-14</li>
</ul>
<p>Range di atas bisa berubah dengan dilakukannya overclock atau underclock memory.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://javan.co.id/lulusan-it-ga-ngerti-hardware-%e2%80%93-part-4-memory/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Git The explorer I</title>
		<link>http://javan.co.id/git-the-explorer-i/</link>
		<comments>http://javan.co.id/git-the-explorer-i/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 13:39:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>addin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://javan.co.id/?p=429</guid>
		<description><![CDATA[Konfigure Git di Mac Berikut ini cara konfigurasi git di github.com dengan sistem operasi Machintosh. Di sini kita prakteknya dengan Leopard (10.5). 1. Install  git., ada beberapa cara sih tapi yang paling gampang sih kita pre-compiled git yang yang di dapat di http://code.google.com/p/git-osx-installer/. 2.Generate SSH key, $ cd ~/.ssh $ ssh-keygen -t rsa -C &#34;cgantengb@gmail.com&#34; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align: center">Konfigure Git di Mac</h1>
<p>Berikut ini cara konfigurasi git di github.com dengan sistem operasi Machintosh. Di sini kita prakteknya dengan Leopard (10.5).</p>
<p>1. Install  git., ada beberapa cara sih tapi yang paling gampang sih kita pre-compiled git yang yang di dapat di http://code.google.com/p/git-osx-installer/. <img src='http://javan.co.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>2.Generate SSH key,</p>
<pre class="brush: bash;">

$ cd ~/.ssh

$ ssh-keygen -t rsa -C &quot;cgantengb@gmail.com&quot;
$ cat ~/.ssh/id_rsa.pub | pbcopy
</pre>
<p>command yang terakhir itu buat nge-copy SSH key yang di generate</p>
<p>lalu kita add SSH key itu di git account di github</p>
<p><a href="http://javan.co.id/wp-content/uploads/2010/09/Picture-32.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-431" src="http://javan.co.id/wp-content/uploads/2010/09/Picture-32-300x266.png" alt="" width="300" height="266" /></a></p>
<p>command-v di field key,truz klik add key.</p>
<p>Nah, sekian dulu explorer-nya. Minggu depan sambung lagi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://javan.co.id/git-the-explorer-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Setup Android Development dengan Netbeans</title>
		<link>http://javan.co.id/setup-android-development-dengan-netbeans/</link>
		<comments>http://javan.co.id/setup-android-development-dengan-netbeans/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 08:14:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://javan.co.id/?p=419</guid>
		<description><![CDATA[Perkembangan tekonolgi mobile termasuk yang paling cepat, ditambah dengan prospek bisnis dan lifestyle menjadikan aplikasi berbasis mobile sangat menarik untuk dikembangkan oleh setiap developer.  Semakin maraknya teknologi smartphone yang dipelopori oleh boomingnya Blackberry, Iphone, dan terakhir diwarnai dengan adanya Google Android menjadikan mobile application sesuatu yang menarik untuk dipertimbangkan dalam bisnis IT. Dahulu, ketika J2ME [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perkembangan tekonolgi mobile termasuk yang paling cepat, ditambah dengan prospek bisnis dan lifestyle menjadikan aplikasi berbasis mobile sangat menarik untuk dikembangkan oleh setiap developer.  Semakin maraknya teknologi smartphone yang dipelopori oleh boomingnya Blackberry, Iphone, dan terakhir diwarnai dengan adanya Google Android menjadikan mobile application sesuatu yang menarik untuk dipertimbangkan dalam bisnis IT. Dahulu, ketika J2ME masih menjadi raja di dunia mobile programming (karena mayoritas device yang telah support) timbul banyak permasalahan yang dialami oleh para mobile developer karena terbatasnya resource dan kemampuan yang dimiliki, Namun teknologi smartphone memberikan fleksibilitas yang sangat tinggi bagi developer untuk memaksimalkan resource yang dimiliki oleh device.</p>
<p>Diantara teknologi smartphone yang populer saat ini, android menjadi salah satu pemain serius di masa depan karena sifatnya yang open source sehingga mendapat dukungan dari komunitas.  Android memanfaatkan teknologi bahasa pemrograman Java sebagai core dalam pengembangan aplikasi, sehingga tampaknya Java menjadi <em>prerequisites</em> bagi programmer yang ingin bermain-main dengan Android. Untungnya android juga memberikan support kepada 2 IDE (<em>integrated development environment</em>) yang paling populer di dunia Java, yaitu eclipse dan netbeans.</p>
<p>Pada kesempatan kali ini akan kita bahas bagaimana cara setup development menggunakan netbeans. Sebelum berbicara mengenai netbeans, kita harus memastikan bahwa kita sudah memiliki SDK android, yang bisa didapat di http://developer.android.com/sdk/index.html  .  Untuk dapat melakukan Lengkapi langkah yang diperlukan untuk melakukan instalasi SDK tersebut, hal ini terutama karena SDK tersebut belum berisi semua repository file yang diperlukan,  diantaranya untuk menambahkan android platform dan komponen lain yang diperlukan. Pada windows, hal ini dapat dilakukan dengan mengeksekusi file AndroidSDK.exe, sehingga tampil gambar sebagai berikut</p>
<p><a href="http://javan.co.id/wp-content/uploads/2010/09/setupsdk.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-421" src="http://javan.co.id/wp-content/uploads/2010/09/setupsdk-300x173.jpg" alt="" width="300" height="173" /></a></p>
<p>Setelah proses instalasi semua komponen selesai, tambahkan virtual devices sehingga bisa digunakan dari netbeans. Masih pada langkah sebelumnya, pada tab pertama tambahkan virtual devices sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: center"><a href="http://javan.co.id/wp-content/uploads/2010/09/virtual_devices.jpg"><img class="size-medium wp-image-422 aligncenter" src="http://javan.co.id/wp-content/uploads/2010/09/virtual_devices-300x57.jpg" alt="" width="300" height="57" /></a></p>
<p>Selanjutnya agar Netbeans dapat mengenali android kita harus menambahkan plugin dengan cara sebagai berikut :</p>
<p>1. Pada Setting plugin, tambahkan site <a href="http://kenai.com/downloads/nbandroid/updates.xml">http://kenai.com/downloads/nbandroid/updates.xml </a></p>
<p>2. Kemudian pada available plugin akan terdapat item android, lakukan instalasi plugin tersebut. Ikuti langkah-langkah yang diperlukan.</p>
<p>3. Terakhir, tambahkan platform android agar dikenal pada Android project. caranya dengan menggunakan menu Tools &#8211;&gt; Java Platform kemudian pilih menu Add Platform. Selanjutnya pilih google android platform yang diarahkan pada folder instalasi SDK di langkah sebelumnya</p>
<p>Selesai, sekarang netbeans sudah bisa digunakan untuk mengembangkan aplikasi Android. Sangat simple untuk memulainya, create new project akan menampilkan option Android Project sebagai salah satu tipe project yang dikenali netbeans.. Selanjutnya lakukan development layaknya project java yang lain, selamat mencoba.. <img src='http://javan.co.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://javan.co.id/setup-android-development-dengan-netbeans/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips n Trik dalam Jaringan Wireless</title>
		<link>http://javan.co.id/tips-n-trik-dalam-jaringan-wireless/</link>
		<comments>http://javan.co.id/tips-n-trik-dalam-jaringan-wireless/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 07:28:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yulius</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://javan.co.id/?p=414</guid>
		<description><![CDATA[Ada beberapa hal penting yang perlu mendapat perhatian guna menambah sedikit keamanan dan kenyamanan dalam memakai Jaringan Wireless yang anda bangun. Berikut ini saya akan memberi sedikit tips agar kerja jaringan wireless anda lebih optimal dan aman. Letakkan acces point pada posisi ditengah-tengah client yang akan terhubung ke jaringan wireless untuk mendapatkan sinyal yang optimal. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Ada beberapa hal penting yang perlu mendapat perhatian guna menambah sedikit keamanan dan kenyamanan dalam memakai <a href="http://laksamana-embun.blogspot.com/2009/03/jaringan-wireless.html">Jaringan Wireless</a> yang anda bangun. Berikut ini saya akan memberi sedikit tips agar kerja jaringan wireless anda lebih optimal dan aman.</div>
<div>
<ul>
<li>Letakkan  acces point pada posisi ditengah-tengah client yang akan terhubung ke  jaringan wireless untuk mendapatkan sinyal yang optimal.</li>
<li>Penempatan  acces point usahakan tidak terhalang oleh bahan-bahan yang memantulkan  seperti : Plat besi, tembok kramik dan peralatan yang mengeluarkan  gelombang radio karena dapat menggangu sinyal yang di keluarkan acces  point.</li>
<li>Gunakan channel yang berbeda pada acces point yang berdekatan jaraknya.</li>
<li>Ubah password default acces point dan lakukan perubahan password baru secara berkala.</li>
<li>Pada  bagian wireless security aktifkan metode enkripsi seperti WEP, WPA agar  user yang akan masuk ke jaringan anda selalu di minta memasukkan kata  kunci pengamanan.</li>
<li>Penggunaan MAC Address Filter juga di anjurkan  agar komputer-komputer yang telah terdaftar MAC address-nya saja yang  dapat menggunakan jaringan wireless.</li>
</ul>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://javan.co.id/tips-n-trik-dalam-jaringan-wireless/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manual Aplikasi Keuangan &#8211; Bagian II</title>
		<link>http://javan.co.id/manual-aplikasi-keuangan-bagian-ii/</link>
		<comments>http://javan.co.id/manual-aplikasi-keuangan-bagian-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 07:08:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>achmad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://javan.co.id/?p=409</guid>
		<description><![CDATA[Menu Akuntansi Konsep Dasar agar dapat mempermudah dalam pengoperasian aplikasi keuangan ini, sebelumnya mari kita kembali mengingat persamaan dasar akuntansi: Asset = Liabilites + Owner Equities Aset/Kekayaan = Utang + Modal Prinsip dasarnya, adalah membagi suatu transaksi kedalam 2 ruang, sehingga bisa dilihat bagaimana perubahan asset mempengaruhi liabilities/owner equities, ataupun sebaliknya. Dengan adanya 2 ruang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Menu Akuntansi</strong></p>
<ul>
<li><strong>Konsep Dasar</strong></li>
</ul>
<p>agar dapat mempermudah dalam pengoperasian aplikasi keuangan ini, sebelumnya mari kita kembali mengingat persamaan dasar akuntansi:</p>
<p>Asset = Liabilites + Owner Equities</p>
<p>Aset/Kekayaan = Utang + Modal</p>
<p>Prinsip dasarnya, adalah membagi suatu transaksi kedalam 2 ruang, sehingga bisa dilihat bagaimana perubahan <em>asset</em> mempengaruhi <em>liabilities/owner equities</em>, ataupun sebaliknya. Dengan adanya 2 ruang ini maka hasil akhir yang diperoleh adalah keseimbangan dari persamaan akuntansi yang pada kenyataannya akan menjadi keseimbangan antara kekayaan dengan modal/utang perusahaan Anda.</p>
<p>Contoh:</p>
<p>Anda membeli sebuah motor dengan uang sejumlah Rp 10.000.000. Maka Anda mungkin akan mencatat &#8220;<em>beli motor Rp 10.000.000&#8243;</em>. Jika Anda membeli motor dengan uang sendiri sejumlah Rp 8.000.000 dan dengan uang pinjaman sebesar Rp 2.000.000, pencatatan yang pertama &#8220;<em>beli motor Rp 10.000.000</em>&#8221; tidak akan merefleksikan dengan baik darimana motor tersebut didanai/diperoleh, akan lebih baik dicatat sebagai berikut: motor Rp 10.000.000, didanai dari uang sendiri (modal) Rp 8.000.000 dan utang Rp 2.000.000, dalam bentuk persamaan:</p>
<p>Motor (Rp 10.000.000) = Modal (Rp 8.000.000) + Utang (Rp 2.000.000)</p>
<p>selanjutnya mari kita lihat persamaan yang pertama. kedua persamaan tersebut sangat identik bukan? Untuk membuat pencatatan seperti ini maka diperlukan dua kali input atau yang dalam istilah akuntansi dikenal dengan <em>double entry</em>.</p>
<ul>
<li>Siklus akuntansi</li>
</ul>
<p>Akuntansi yang merupakan kegiatan pencatatan dan pelaporan keuangan  terdiri dari tahapan:</p>
<ol>
<li>identifikasi transaksi</li>
<li>pencatatan transaksi ke dalam <em>journal </em></li>
<li>posting ke <em>ledger</em></li>
<li>membuat <em>trial balance</em></li>
<li>membuat laporan keuangan</li>
<li>membuat <em>closing</em> dan <em>reversing</em></li>
</ol>
<p>dengan adanya aplikasi ini maka tahapan dari no. 3 sampai selesai telah diselesaikan secara otomatis. oleh karenanya, hal yang sangat penting adalah bagaimana kita mengidentifikasi transaksi dan mencatatnya kedalam jurnal. Ketika mengidentifikasi transaksi, minimal ada dua akun keuangan yang tersirat di dalamnya. misal ketika kita menjual jasa, maka ada akun Kas dan ada akun Pendapatan. Akun-akun ini adalah komponen perluasan dari persamaan dasar akuntansi, dan akan menjadi <strong>langkah pertama</strong> kita dalam menggunakan aplikasi ini. Penetapan akun keuangan (<em>accounting account)</em> harus menginduk pada 5 kategori dasar pengelompokan akun:</p>
<ol>
<li>Asset (<em>Asset</em>)</li>
<li>Utang (<em>Liabilites</em>)</li>
<li>Modal (<em>Equity</em>)</li>
<li>Pendapatan (<em>Revenue</em>)</li>
<li>Beban (<em>Expense</em>)</li>
</ol>
<p>Berikut beberapa akun umum dari tiap kategori</p>
<p><strong>Aset</strong></p>
<ul>
<li>Kas</li>
<li>Perlengkapan</li>
<li>Peralatan</li>
<li>Bangunan</li>
<li>Furniture</li>
<li>dsb</li>
</ul>
<p><strong>Utang</strong></p>
<ul>
<li>Utang gaji</li>
<li>Utang pajak</li>
<li>Utang bank</li>
<li>dsb</li>
</ul>
<p><strong>Modal</strong></p>
<ul>
<li>Modal pemilik</li>
<li>Modal saham</li>
<li>Withdrawal/drawing/prive/penarikan</li>
<li>Dividen</li>
<li>dsb</li>
</ul>
<p><strong>Pendapatan</strong></p>
<ul>
<li>Pendapatan operasional</li>
<li>Pendapatan lain-lain</li>
<li>dsb</li>
</ul>
<p><strong>Beban</strong></p>
<ul>
<li>Beban gaji</li>
<li>Beban sewa</li>
<li>Beban iklan</li>
<li>Beban pemeliharaan</li>
<li>Beban utilitas</li>
<li>dsb</li>
</ul>
<p>Hal yang Anda harus lakukan sekarang adalah menentukan akun apa saja yang timbul dalam transaksi perusahaan Anda dan memperkirakan akun apa saja yang akan muncul di kemudian hari. Setelah Anda mencatat akun-akun yang sesuai dengan perusahaan Anda maka <strong>langkah kedua </strong>adalah mengurutkan akun tersebut sesuai dengan urutan pada contoh (pertama asset, kedua utang, dan seterusnya).</p>
<p>Pada tahapan ini maka kerangka dari <em>internal accounting</em> perusahaan Anda telah selesai. Selamat mencoba <img src='http://javan.co.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://javan.co.id/manual-aplikasi-keuangan-bagian-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menambahkan Static Routing pada Modem LinkSys AG241</title>
		<link>http://javan.co.id/menambahkan-static-routing-pada-modem-linksys-ag241/</link>
		<comments>http://javan.co.id/menambahkan-static-routing-pada-modem-linksys-ag241/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Aug 2010 04:00:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wisnu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://javan.co.id/?p=400</guid>
		<description><![CDATA[Secara default, IP yang digunakan pada modem ini adalah 192.168.1.1. Adapun range ip yang bisa terkoneksi adalah ip dengan range antara 192.168.1.1 &#8211; 192.168.1.254. Secara default subnet lain misalkan range IP 192.168.0.1 &#8211; 192.168.0.254 yang punya router sendiri tidak akan bisa terkoneksi dengan IP range 192.168.1.1 &#8211; 192.168.1.254. Cara untuk membuat kedua subnet tersebut bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Secara default, IP yang digunakan pada modem ini adalah 192.168.1.1. Adapun range ip yang bisa terkoneksi adalah ip dengan range antara 192.168.1.1 &#8211; 192.168.1.254. Secara default subnet lain misalkan range IP 192.168.0.1 &#8211; 192.168.0.254 yang punya router sendiri tidak akan bisa terkoneksi dengan IP range 192.168.1.1 &#8211; 192.168.1.254.</p>
<p>Cara untuk membuat kedua subnet tersebut bisa saling terhubung adalah dengan menambahkan data static routing pada modem plus router linksys. Berikut adalah cara untuk melakukan hal tersebut.</p>
<ol>
<li>Buka halaman administrasi router, defaultnya adalah http://192.168.1.1﻿</li>
<li>Masukkan username dan password, default adalah username : admin dan password : admin</li>
<li>Pilih Setup  →Advanced routing<br />
<a href="http://javan.co.id/wp-content/uploads/2010/08/1.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-401" title="Pilih tab Setup kemudian menu advanced routing" src="http://javan.co.id/wp-content/uploads/2010/08/1.png" alt="" width="555" height="382" /></a></li>
<li>Pada bagian static routing, masukkan:
<ol>
<li>Destination IP : 192.168.0.0</li>
<li>Subnet mask : 255.255.255.0</li>
<li>Gateway : 192.168.1.x (alamat IP router subnet 192.168.0.0)</li>
<li>Hop Count : 1<br />
<a href="http://javan.co.id/wp-content/uploads/2010/08/2.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-402" title="Masukkan data pada bagian static routing" src="http://javan.co.id/wp-content/uploads/2010/08/2.png" alt="" width="561" height="257" /></a></li>
</ol>
</li>
<li>Tekan tombol Save Settings</li>
</ol>
<p>Pada langkah tersebut, sepertinya ada bug pada firmware default LinkSys AG241, ketika tekan tombol save settings, menunjukkan pesan error bahwa ada kesalahan nilai yang dimasukkan. Namun jika mengecek dengan menekan tombol show routing table bahwa data tersebut sudah masuk.</p>
<p><a href="http://javan.co.id/wp-content/uploads/2010/08/3.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-403" title="3" src="http://javan.co.id/wp-content/uploads/2010/08/3.png" alt="" width="685" height="193" /></a></p>
<p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://javan.co.id/menambahkan-static-routing-pada-modem-linksys-ag241/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lulusan IT ga ngerti hardware – Part 3: Processor</title>
		<link>http://javan.co.id/lulusan-it-ga-ngerti-hardware-%e2%80%93-part-3-processor/</link>
		<comments>http://javan.co.id/lulusan-it-ga-ngerti-hardware-%e2%80%93-part-3-processor/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Aug 2010 09:57:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>idoej</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://javan.co.id/?p=387</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sebelumnya membahas mobo, sekarang saya akan mengulas tentang otak dari kerangka yang disediakan oleh mobo, yaitu processor. Dalam memilih processor, fitur yang harus dipertimbangkan dalam mobo adalah socket yang dimiliki. Mobo dan processor dengan socket yang berbeda tidak bisa dijadikan satu (pengecualian untuk beberapa processor AMD). Berikut ini adalah daftar processor berdasarkan socket yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah sebelumnya membahas mobo, sekarang saya akan mengulas tentang otak dari kerangka yang disediakan oleh mobo, yaitu processor.</p>
<p>Dalam memilih processor, fitur yang harus dipertimbangkan dalam mobo adalah socket yang dimiliki. Mobo dan processor dengan socket yang berbeda tidak bisa dijadikan satu (pengecualian untuk beberapa processor AMD). Berikut ini adalah daftar processor berdasarkan socket yang support terhadapnya:</p>
<p><strong>Intel</strong></p>
<ol>
<li>775:
<ul>
<li>Pentium D</li>
<li>Pentium Dual Core, seperti E2200, E2160, E5200, E6600,       E6700</li>
<li>Core 2 Duo, seperti E4500, E8500, E7200</li>
<li>Core 2 Quad, seperti Q9650, Q9550, Q8400</li>
<li>Core 2 Extreme, seperti QX9770, QX9650</li>
</ul>
</li>
<li>1156:
<ul>
<li>Core i3 -&gt; 2 core dengan HT (4 thread) , seperti 530, 540</li>
<li>Core i5 (lynnfield) -&gt; 4 core tanpa HT, seperti 750, 760</li>
<li>Core i5 (clarkdale) -&gt; 2 core dengan HT (4 thread) , seperti 650/655K,       660/661, 670,680</li>
<li>Core i7 (lynnfield) -&gt; 4 core dengan HT (8 thread) , seperti 870, 860</li>
</ul>
</li>
<li>1366:
<ul>
<li>Core i7 (bloomfield) -&gt; 4 core dengan HT (8 thread) , seperti 920, 930, 940,  965, 975</li>
<li>Core i7 (gulftown) -&gt; 6 core dengan HT (12 thread) , seperti 980X Extreme Edition</li>
</ul>
</li>
</ol>
<p>Hal yang menarik dari Intel adalah diperkenalkannya kembali konsep Hyper Threading pada jajaran processor Core i3/i5/i7. Selain itu, cache level 3 juga ditambahkan pada processor-processor tersebut. Oleh karena itu, ada yang mengatakan bahwa processor core i adalah processor core 2 yang ditempelkan HT dan L3 cache. Meskipun begitu, performanya dibandingkan core 2 cukup signifikan. Catatan lain terkait processor Intel adalah adanya integrated GPU pada processor core i3 dan i5 clarkdale sehingga bisa membangun rig tanpa vga addon (dengan catatan motherboard yang digunakan berchipset H55).</p>
<p><strong>AMD</strong></p>
<ol>
<li>AM2:
<ul>
<li>Athlon 64</li>
<li>Athlon 64 X2</li>
<li>Athlon 64 FX</li>
<li>Sempron</li>
<li>Phenom</li>
</ul>
</li>
<li>AM2+:
<ul>
<li>Athlon 64</li>
<li>Athlon 64 X2</li>
<li>Athlon II</li>
<li>Phenom</li>
<li>Phenom II</li>
</ul>
</li>
<li>AM3:
<ul>
<li>Phenom II</li>
<li>Athlon II</li>
</ul>
</li>
</ol>
<p>Jika diperhatikan, motherboard dengan socket yang lebih dulu keluar bisa dipasangkan dengan processor generasi terbaru. Hal ini dimungkinkan karena AMD mengusung “backward compatible” (socket lama dengan processor baru). AMD saat ini memegang sebagian besar pasar processor untuk segmen low end dikarenakan price/performance-nya yang lebih baik dibanding Intel. Namun, untuk jajaran high end Intel lebih mendominasi.</p>
<p>Ringkasan performa processor-processor yang ada di pasaran (per agustus 2010) bisa dilihat di situs <a href="http://www.tomshardware.com/reviews/best-gaming-cpu-core-i5-760-core-i7-970,2698-7.html">Tomshardware</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://javan.co.id/lulusan-it-ga-ngerti-hardware-%e2%80%93-part-3-processor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Senjata&#8221; sehari-hari untuk designer</title>
		<link>http://javan.co.id/senjata-sehari-hari-untuk-designer/</link>
		<comments>http://javan.co.id/senjata-sehari-hari-untuk-designer/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Aug 2010 09:49:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uyab</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://javan.co.id/?p=388</guid>
		<description><![CDATA[Pada artikel ini saya akan sedikit menjelaskan tentang beberapa kakas yang bisa dipakai untuk membantu kerja sehari-hari seorang desainer (ataupun half-blood designer, saya contohnya). 1. Kuler Aplikasi untuk menelusuri berbagai macam kombinasi warna sesuai selera kita. 2. color picker (Windows) Aplikasi desktop untuk memilih warna dari layar monitor kita. 3. screengrab Addon firefox untuk menyimpan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada artikel ini saya akan sedikit menjelaskan tentang beberapa kakas yang bisa dipakai untuk membantu kerja sehari-hari seorang desainer (ataupun <em><strong>half-blood designer</strong></em>, saya contohnya).</p>
<h3>1. Kuler</h3>
<p>Aplikasi untuk menelusuri berbagai macam kombinasi warna sesuai selera kita.</p>
<p><a href="http://javan.co.id/wp-content/uploads/2010/08/kuler.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-392" src="http://javan.co.id/wp-content/uploads/2010/08/kuler.jpg" alt="" width="400" height="300" /></a></p>
<h3>2. color picker (Windows)</h3>
<p>Aplikasi desktop untuk memilih warna dari layar monitor kita.</p>
<p><a href="http://javan.co.id/wp-content/uploads/2010/08/color-picker.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-390" src="http://javan.co.id/wp-content/uploads/2010/08/color-picker.jpg" alt="" width="400" height="300" /></a></p>
<h3>3. screengrab</h3>
<p>Addon firefox untuk menyimpan halaman web, baik cuma sebagian atau seluruhnya. Lebih seringnya saya menggunakan addon ini untuk menyimpan snapshot tertentu dari suatu halaman web.</p>
<p><a href="http://javan.co.id/wp-content/uploads/2010/08/screengrab.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-395" src="http://javan.co.id/wp-content/uploads/2010/08/screengrab.jpg" alt="" width="400" height="300" /></a></p>
<h3>4. lightshot</h3>
<p>Hampir mirip dengan screengrab, tapi lighshot merupakan extension untuk Google Chrome.</p>
<p><a href="http://javan.co.id/wp-content/uploads/2010/08/lightshot.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-393" src="http://javan.co.id/wp-content/uploads/2010/08/lightshot.jpg" alt="" width="400" height="300" /></a></p>
<h3>5.Scrapbook</h3>
<p>Addon Firefox untuk menyedot sebuah halaman web. Terkadang kita melakukan &#8220;save as&#8221; terhadap suatu halaman web, ada beberapa file yang tidak ikut tersimpan seperti file css, gambar, ataupun javascripit. Dengan addon ini, kita bisa menyimpan sebuah halaman web komplet dengan aset-aset pendukungnya.</p>
<p><a href="http://javan.co.id/wp-content/uploads/2010/08/scrapbook.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-394" src="http://javan.co.id/wp-content/uploads/2010/08/scrapbook.jpg" alt="" width="400" height="300" /></a></p>
<h3>6. Google</h3>
<p>Ini adalah senjata andalan untuk mencari berbagai macam kebutuhan Anda di internet, mulai dari template gratis, ikon gratis, foto gratis, hingga wallpaper gratis untuk memperindah layar Anda.</p>
<p><a href="http://javan.co.id/wp-content/uploads/2010/08/google.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-391" src="http://javan.co.id/wp-content/uploads/2010/08/google.jpg" alt="" width="400" height="300" /></a></p>
<p>Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, seorang <em><strong>half-blood designer</strong></em> seperti saya sangat membutuhkan alat bantu untuk membuat sebuah desain yang bagus. Yang sering saya lakukan adalah menggunakan kakas-kakas di atas untuk mencari hasil karya gratisan di internet ataupun meniru hasil karya orang kemudian memodifikasinya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://javan.co.id/senjata-sehari-hari-untuk-designer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Inisiasi Proyek</title>
		<link>http://javan.co.id/inisiasi-proyek/</link>
		<comments>http://javan.co.id/inisiasi-proyek/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Aug 2010 08:09:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>novi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://javan.co.id/?p=371</guid>
		<description><![CDATA[Jumpa lagi dengan sesi Software Management Project, bahasan kali ini melanjutkan tentang fase Inisiasi. Ada dua (+1) poin penting yang menjadi fokus utama dalam fase ini. Costing Dalam siklus hidup manajemen proyek, costing sebenarnya terdiri dari tiga layer, yaitu perencanaan costing oleh pemilik proyek, pengusulan cost dari pelaksana proyek, dan real costing yang akan menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jumpa lagi dengan sesi Software Management Project, bahasan kali ini melanjutkan tentang fase Inisiasi. Ada dua (+1) poin penting yang menjadi fokus utama dalam fase ini.</p>
<ol>
<li>Costing<br />
Dalam siklus hidup manajemen proyek, costing sebenarnya terdiri dari tiga layer, yaitu perencanaan costing oleh pemilik proyek, pengusulan cost dari pelaksana proyek, dan real costing yang akan menjadi acuan dalam pembuatan WBS (Work Breakdown Structure).  Seperti hukum ekonomi yang sudah lama kita kenal, di sini juga berlaku hal itu. Pemilik proyek ingin software yang canggih, dengan harga yang semurah-murahnya dan tersedia dalam waktu yang singkat. Sim salabim! Dan, tentu sebaliknya dari sisi pelaksana proyek. Intinya, kedua belah pihak ingin untung yang sebesar-besarnya. Jika dilihat dari sisi pelaksana proyek (Javan sering berada dalam posisi ini), tentu kita ingin Software yang dikembangkan mendapat penilaian yang layak, tidak dihargai terlalu rendah. Namun, jika kita melakukan penawaran terlalu mahal pun, bisa-bisa pemilik proyek akhirnya tidak berminat. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan:</p>
<ul>
<li>Lihat proses bisnis yang akan didukung oleh software yang akan dikembangkan. Meskipun scope pekerjaan belum terlalu jelas, minimal kita harus mencari tahu tentang proses bisnisnya secara umum, sehingga paham tentang nilai manfaat software tersebut.</li>
<li>Jual <strong>manfaat </strong>software, bukan menjual SDM dan teknologi.</li>
<li>Lihat kemampuan klien / pemilik proyek : Commercial company, LSM, Sekolah, dll. Masing-masing ada pertimbangan yang berbeda-beda.</li>
<li>Idealnya, kita memahami dengan benar calon pemberi pekerjaan, baik dari sisi organisasi bisnisnya maupun personalnya sehingga bisa memberikan harga dengan tepat.</li>
</ul>
</li>
<li>Kontrak</li>
<p>Bagi pelaksana proyek, kontrak merupakan pengakuan akan eksistensi tim proyek yang dituangkan dalam kesepakatan tertulis. Idealnya, kontrak tidak boleh ditunda-tunda dan tidak mengandung ambiguitas.</p>
<li>Kategorisasi Proyek<br />
Poin ini dijadikan tambahan karena diperlukan hanya jika ada lebih dari satu calon proyek dalam waktu yang sama. Supaya kita tidak bingung memilihnya, terdapat beberapa faktor yang bisa dipertimbangkan:</p>
<ul>
<li>Impact dari software jika diimplementasikan: berpengaruh besar atau tidak? Dari sisi produktivitas proses bisnis, keuntungan, dan risiko yang bisa terjadi.</li>
<li>Skema pembiayaan project</li>
<li>Latar belakang project : Apakah software dibuat karena ada masalah, atau karena ada kesempatan (paling ideal) atau karena ada keharusan untuk mengubah proses bisnis.</li>
</ul>
</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://javan.co.id/inisiasi-proyek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berteman dengan IE</title>
		<link>http://javan.co.id/berteman-dengan-ie/</link>
		<comments>http://javan.co.id/berteman-dengan-ie/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Aug 2010 06:48:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budihariyana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://javan.co.id/?p=367</guid>
		<description><![CDATA[Seperti yang kita tahu, IE “sangat spesial”. Karena ia tidak mengikuti aturan standar yang sudah ditetapkan. Maka dari itu, ternyata banyak cara (biasa disebut dengan “hack“) yang bisa kita lakukan agar IE mengerti apa yang kita inginkan. Ada beberapa tips yang mungkin bisa berguna. Beberapa diantaranya mungkin sudah ada yang tahu. Sampai saat ini, yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti yang kita tahu, IE “sangat spesial”. Karena ia tidak mengikuti aturan standar yang sudah ditetapkan. Maka dari itu, ternyata banyak cara (biasa disebut dengan “hack“) yang bisa kita lakukan agar IE mengerti apa yang kita inginkan.</p>
<p>Ada beberapa tips yang mungkin bisa berguna. Beberapa diantaranya mungkin sudah ada yang tahu.</p>
<p>Sampai saat ini, yang saya tahu ada 3 cara memperlakukan IE dengan amat spesial. Kita akan bahas ini.</p>
<p>1. Gunakan Conditional Comment<br />
Hanya IE yang bisa begini. Hihihi. Yah begitulah IE, tag komentar juga bisa ia eksekusi. Jika biasanya kita cukup menggunakan tag dibawah ini untuk mengikutsertakan file CSS ke dalam sebuah halaman,</p>
<p>&lt;link rel=”stylesheet” type=”text/css” href=”template.css” /&gt;</p>
<p>maka, dengan sedikit perubahan, hanya IE yang mengerti. Jadi, tag dibawah ini memang khusus untuk IE.</p>
<p>&lt;!–[if ie]&gt;<br />
&lt;link rel=”stylesheet” type=”text/css” href=”template_ie.css”&gt;&lt;/link&gt;<br />
&lt;![endif]–&gt;</p>
<p>Kekurangan:<br />
Terlalu repot membuat 2 file sekaligus. Jika terdapat beberapa perubahan, maka kedua file juga harus di ubah. Perlu waktu, usaha, dan niat yang keras untuk menjalankan ini. This way, is not recommended!</p>
<p>2. Gunakan Underscore ( _ )<br />
Lagi-lagi, hanya IE yang mengerti. Jika memang terdapat masalah lebar antara IE dan Firefox, seperti diungkapkan pada kode CSS berikut:</p>
<p>padding-left:10px;<br />
width:100px;</p>
<p>Ada masalah dengan lebar elemen antara IE dan Firefox? cukup tambahkan sedikit kode. Syaratnya, harus berada di bawah kode yang akan kita rubah. Lihat kode berikut:</p>
<p>padding-left:10px;<br />
_padding-left:8px;<br />
width:100px;</p>
<p>Simpel? Mudah? Ya, pasti! Semua property CSS bisa kita perlakukan sama seperti diatas.</p>
<p>Kekurangan:<br />
Hanya ada satu kekurangan dengan option ini. TIDAK VALID! Tapi kalau memang anda bukan penjunjung tinggi ke-valid-an tiap halaman, ini bisa digunakan. But, this is not recommended too.</p>
<p>3. Gunakan kata kunci !important<br />
Dari kedua option di atas, belum ada yang recomended.</p>
<p>Sebenarnya, kata kunci !important dimaksudkan untuk mengabaikan semua style dan menganggap style yang berlaku adalah yang ditambahkan tanda !important.</p>
<p>Kita ambil contoh.</p>
<p>&lt;div class=”class1″ style=”text-align:center”&gt;CSS&lt;/div&gt;</p>
<p>Secara default, div diatas akan menampilkan kata CSS di tengah-tengah. Tapi, kita ingin agar text yang berada di dalamnya berada di kiri. Apa yang bisa kita lakukan?</p>
<p>Kita buat style berikut:<br />
.class1 {<br />
text-align:left;<br />
}</p>
<p>Is that enough? ow, not yet! Style yang sudah kita buat seperti diatas tidak cukup kuat untuk membuat kata CSS berada di kiri. Kita perlu kata kunci !important untuk mengacuhkan style lain dan memberi prioritas kepada style yang kita definisikan !important.</p>
<p>Nah, berbeda dengan IE. Kata kunci !important bagi IE adalah biasa saja. Tapi tidak bagi Firefox dan Opera. Jika kita mengambil contoh dari option kedua, maka kita bisa melakukan hal yang sama dengan kata kunci !important.</p>
<p>padding-left:10px !important; /* Selain IE */<br />
padding-left:8px; /* Khusus IE */<br />
width:100px;</p>
<p>And this is really recommended!</p>
<p>Akhirnya posting juga.. :p</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://javan.co.id/berteman-dengan-ie/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
